news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

M Khoiruddin Mustakim menendang atlet Malaysia, Muhammad Hairi Adib Bin Azhar, di SEA Games 2021..
Sumber :
  • antarafoto

Kontroversi Pencak Silat di SEA Games 2021: Semua Negara Bersatu ‘Keroyok’ Kontingen Indonesia di Hanoi, Vietnam

Tim pencak silat Indonesia protes karena mendapat perlakuan tak adil pada SEA Games 2021 dan ada intrik untuk menjegal atlet-atlet Tanah-Air mendominasi medali.
Selasa, 17 Mei 2022 - 17:45 WIB
Reporter:
Editor :

Diskualifikasi terjadi saat pertandingan masih menyisakan 28 detik dan dalam keadaan Muhamad Yachser unggul 31-21. Wasit menilai, Yachser melakukan pelanggaran berat yang menyebabkan lawan asal Singapura, Muhammad Hazim, terpaksa ditandu ke luar lapangan.

Namun Indro berdalih. “Ini kan pelanggarannya bukan keras sekali, atlet itu masih bisa menggerakkan kaki dan kepalanya, tapi kenapa didiskualifikasi,” ujar pelatih kepala yang merasa ada keberpihakan wasit ke pihak lawan Indonesia sehingga menghasilkan keputusan yang berat sebelah dan merugikan.

 

Indonesia Lancarkan Protes

Tim Indonesia sudah melayangkan protes secara resmi ke Komite Pertandingan SEA Games 2021 Vietnam, terutama untuk laga Mustakim melawan atlet Malaysia. Kontingen mengabaikan hasil laga Yachser karena menilai akan sulit menang jika mengingat lawan ditandu ke luar lapangan.

“Jika kita kalah, kita bilang ya kalah, kita sportif. Tapi ini kalah karena ada keberpihakan. Kita ngomong itu saja, tidak ada unsur membela diri. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, tapi yang jelas kami punya rekaman videonya semua,” kata Indro.

Sebelumnya Kontingen Indonesia juga melayangkan protes atas nama Iqbal Chandra Pratama yang turun pada babak penyisihan kelas 70-75 kg. Pesilat peraih medali emas Asian Games 2018 secara terus menerus terkejar oleh lawan walau sudah unggul 20 poin.

Indonesia menilai lawan tak melakukan gerakan berarti seperti pukulan dan tendangan yang masuk tapi justru selalu mendapatkan penambahan poin dari juri. Namun Komite Pertandingan menyatakan tidak akan menganulir hasil poin pertandingan.

 

Juara Asian Games pun Kalah

Protes Indonesia tak hanya pada nomor pertarungan tapi juga di nomor seni. Puspa Arum Sari, peraih medali emas Asian Games 2018, yang turun pada seni tunggal putri seharusnya bertanding tanpa lawan di pentas SEA Games yang diikuti hanya 11 negara Asia Tenggara.

“Lawannya wakil Filipina (Mary Francine Padios Cezar) saat di final, jika dilihat videonya jelas sama sekali tidak ada power-nya. Puspa seperti anak TK lawan anak SMA. Tapi ini subjektivitas penilaian saya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Bayu Syahjohan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral