- instagram proliga official
Jakarta Pertamina Enduro Lolos Lebih Dulu ke Final Four Proliga 2026, Megatron Cetak 173 Poin, Kunci Empat Besar?
tvOnenews.com - Dominasi Megawati Hangestri kembali jadi sorotan di tengah ketatnya persaingan Proliga 2026.
Meski performanya sempat naik-turun, kontribusi total 173 poin yang ia bukukan sejauh musim ini sukses mengantar Jakarta Pertamina Enduro menjadi tim putri pertama yang memastikan tiket final four.
Catatan tersebut terasa semakin spesial karena lahir di tengah tekanan besar. Sebagai juara bertahan Proliga 2025, Pertamina Enduro datang dengan beban ekspektasi tinggi.
Namun alih-alih goyah, mereka justru memperlihatkan konsistensi yang membawa tim tetap kokoh di puncak klasemen sementara.
Kemenangan Krusial di Bojonegoro
Laga penentuan terjadi saat Pertamina Enduro menghadapi Jakarta Popsivo Polwan, Minggu (15/2/2026), di GOR Utama Bojonegoro, Jawa Timur.
Duel berlangsung sengit sebelum akhirnya Pertamina mengunci kemenangan 3-1 (27-25, 19-25, 25-20, 25-22).
Set pertama berjalan dramatis. Popsivo sempat berada di ambang kemenangan, tetapi ketenangan dan efektivitas serangan balik membuat Pertamina membalikkan keadaan dan menutup set 27-25.
Popsivo membalas di set kedua dengan permainan blok yang lebih disiplin hingga menang 25-19. Momentum berubah di set ketiga. Dalam situasi krusial, Megawati menunjukkan kapasitasnya sebagai andalan tim nasional.
- instagram proliga official
Spike keras dan blok tepat waktu menjadi pembeda saat Pertamina merebut set 25-20. Pada set keempat, tekanan servis dan transisi cepat memastikan kemenangan 25-22 sekaligus mengamankan tiket final four.
Di laga tersebut, Megawati mencetak 14 poin. Jika diakumulasi, total 173 poin yang telah ia koleksi menjadi fondasi penting keberhasilan tim menembus empat besar lebih awal dibanding rival lain.
Meski demikian, dalam perburuan top skor liga, Megawati masih berada di bawah Neriman Ozsoy dari Jakarta Electric PLN yang telah mengoleksi 238 poin. Perbandingan ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan individu musim ini.
Sempat Hilang Taji, Bangkit di Momen Penting
Perjalanan Megawati musim ini tidak selalu mulus. Pada laga kontra Jakarta Livin Mandiri, Jumat (13/2/2026), ia tampil di bawah standar dengan hanya mencetak delapan poin.
Bahkan di dua set awal pertandingan tersebut, Megawati hanya mampu mengemas tiga angka. Performanya kontras dibanding dua rekan setimnya, Iana Shcherban dan Wilma Salas.
Wilma tampil sebagai top skor dengan 22 poin, disusul Shcherban yang mencetak 18 poin.
Penurunan performa itu sempat memunculkan tanda tanya. Namun, respons Megawati di laga berikutnya membungkam keraguan. Ia kembali tampil efektif saat tim membutuhkan kontribusi maksimal untuk mengamankan tiket semifinal.
Konsistensi memang menjadi tantangan utama bagi pevoli kelahiran 20 September 1999 tersebut. Namun mentalitasnya sebagai pemain besar terlihat saat ia mampu bangkit tepat di momen krusial.
Puncak Klasemen dan Status Juara Bertahan
Keberhasilan menundukkan Popsivo memastikan Pertamina Enduro memimpin klasemen dengan 24 poin.
Mereka unggul atas Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (20 poin), Jakarta Electric PLN (18 poin), Jakarta Livin Mandiri (16 poin), Jakarta Popsivo Polwan (14 poin), Bandung BJB Tandamata (12 poin), hingga Medan Falcons (1 poin).
- proliga
Status sebagai tim putri pertama yang lolos final four semakin menegaskan mental juara Pertamina Enduro. Musim lalu, mereka keluar sebagai kampiun Proliga 2025 usai menaklukkan Popsivo 3-0 (25-24, 25-22, 25-16). Keberhasilan musim ini seperti mempertegas ambisi mempertahankan mahkota.
Sementara di sektor putra, dua tim sudah lebih dulu memastikan tiket final four, yakni Jakarta LavAni Livin Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Dengan fase reguler yang masih menyisakan pertandingan, Pertamina Enduro kini bisa fokus mematangkan strategi menuju babak gugur.
Tantangan tentu belum selesai. Namun dengan 173 poin kontribusi Megawati serta kedalaman skuad yang solid, sinyal kuat telah dikirim: sang juara bertahan belum kehilangan taringnya.
Proliga 2026 pun memasuki fase paling mendebarkan, dan Megawati kembali berada di panggung utama perburuan gelar. (udn)