news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tanpa Megatron, Red Sparks Terjun Bebas 11 Kekalahan Beruntun, Ko Hee-jin Ambruk di Dasar Klasemen V-League 2025-2026.
Sumber :
  • Instagram Red Sparks

Tanpa Megatron, Red Sparks Terjun Bebas? 11 Kekalahan Beruntun, Ko Hee-jin Ambruk di Dasar Klasemen V-League 2025-2026

Kepergian Megawati setelah leg kelima final musim lalu seakan meninggalkan lubang besar yang belum tertutup di tubuh Red Sparks. Skuad Ko Hee-jin kini justru
Jumat, 20 Februari 2026 - 21:20 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Belum genap setahun sejak ditinggal Megawati Hangestri Pertiwi, performa Daejeon JungKwanJang Red Sparks justru merosot tajam. 

Tim yang musim lalu mampu melaju hingga partai puncak kini tercecer di dasar klasemen V-League 2025-2026. 

Kontras ini memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar voli Korea Selatan: apa yang sebenarnya terjadi dengan skuad asuhan Ko Hee-jin?

Kepergian Megawati setelah leg kelima final musim lalu seakan meninggalkan lubang besar yang belum tertutup.

Sang opposite memilih hijrah ke Turki untuk mencari tantangan baru, sekaligus mempersiapkan diri tampil di Proliga 2026 dan membela Timnas Voli Indonesia di SEA Games

Sementara kariernya terus menanjak, Red Sparks malah terjebak dalam tren negatif yang sulit dihentikan.

Krisis Performa dan Rekor Buruk Musim Ini

Musim 2025-2026 menjadi periode paling kelam bagi Red Sparks dalam beberapa tahun terakhir. Hingga putaran kelima Divisi Wanita V-League Jin Air 2025-26, mereka mencatatkan enam kemenangan dan 24 kekalahan (20 poin). 

Bahkan, kekalahan 3-2 dari AI Peppers Savings Bank di Stadion Pepper Gwangju, Rabu (18/2), memastikan mereka terperosok dalam 11 kekalahan beruntun.

AI Peppers menang 3-2 (25-17, 25-19, 21-25, 22-25, 15-5) dan memperlebar jarak dari Red Sparks. Dengan 13 kemenangan dan 17 kekalahan (38 poin), AI Peppers bahkan memastikan diri lolos dari posisi juru kunci untuk pertama kalinya sejak berdiri. 

Secara matematis, sekalipun Red Sparks menyapu bersih enam laga sisa dan meraih 18 poin tambahan, mereka tetap tak mampu menyalip AI Peppers karena kalah jumlah kemenangan.

Dominasi AI Peppers dipimpin Zoey Weatherington yang mencetak 40 poin, didukung Park Eun-seo (22 poin) serta kuota Asia Haruyo Shimamura (11 poin). 

Pemain Red Sparks musim 2025-2026
Sumber :
  • Instagram Red Sparks

Di kubu Red Sparks, Elisa Zanette membukukan 26 poin, sementara Park Yeo-reum dan Park Eun-jin masing-masing menambah 13 dan 12 poin. Namun, konsentrasi yang buyar di set kelima kembali menjadi titik lemah.

Sorotan Tajam untuk Ko Hee-jin

Rentetan hasil buruk membuat pelatih Ko Hee-jin tak luput dari kritik media lokal. Laporan yang dikutip dari Naver menyoroti kekalahan 0-3 dari Heungkuk Life Pink Spiders di Incheon Samsan World Gymnasium sebagai laga yang “sangat mengecewakan”.

“Setelah sebelumnya kalah tipis melawan Industrial Bank of Korea, dan dengan Heungkuk Life Insurance yang belakangan ini mengalami kesulitan, ekspektasi tinggi tertuju pada pertandingan yang ketat, tetapi hasilnya sangat mengecewakan,” tulis media tersebut.

Masalah utama terlihat di sektor receive. Menghadapi tim dengan rata-rata ace servis per set terendah musim ini (0,95), Red Sparks justru kebobolan delapan ace dalam tiga set. 

Efisiensi penerimaan bola hanya 16,42 persen. Secara keseluruhan, angka receive mereka merosot ke 22,24 persen, terendah di antara tujuh tim, bahkan di bawah AI Peppers yang kerap dikritik soal pertahanan.

Ketika lini belakang rapuh, distribusi setter ikut terganggu. Dalam laga tersebut, Red Sparks hanya mencatat satu blok, berbanding 13 milik lawan. 

Ko Hee-jin dinilai terlalu kukuh mempertahankan skema yang tak efektif, termasuk memainkan starter yang lemah dalam bertahan dan belum menemukan solusi permanen di posisi libero.

Usai laga terbaru, Ko Hee-jin tetap mencoba memberi semangat. 

“Para pemain berjuang keras. Sepertinya kami kalah dalam perebutan posisi ace di set kelima terakhir,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Para pemain kita harus melakukan yang terbaik dalam segala hal. Saya ingin segera memberikan kemenangan kepada para penggemar.”

Dihantam Cedera, Krisis Kian Dalam

Masalah Red Sparks tak berhenti pada taktik. Cedera silih berganti menghantam pemain inti. Middle blocker Jung Ho-young harus mengakhiri musim lebih cepat akibat patah jari tengah kiri saat menghadapi GS Caltex Seoul KIXX di Chungmu Gymnasium. 

“Dia akan membutuhkan setidaknya empat minggu pemulihan, jadi pada dasarnya dia absen sampai akhir musim,” ujar Ko Hee-jin dikutip dari Sport Chosun.

Kapten sekaligus setter utama Yeum Hye-seon juga masih berkutat dengan cedera lutut sejak playoff musim lalu. 

Wipawee Srithong, pemain kuota Asia yang diproyeksikan menggantikan peran pasca-Megawati, belum sempat tampil akibat cedera sebelum digantikan Jamiyanpurev Enkhsoyol yang kemudian ikut mengalami masalah fisik. 

Opposite asing Elisa Zanette pun sempat absen empat pertandingan.

“Ini musim yang sulit bahkan untuk menyusun tim dengan begitu banyak cedera yang tidak diinginkan,” kata Ko Hee-jin.

Ia menambahkan, “Hasil memang sulit, dan situasinya sulit, tetapi saya percaya para penggemar akan mengerti jika para pemain memberikan yang terbaik di lapangan dan menunjukkan kerja keras mereka.”

Kontras dengan kondisi tersebut, Megawati justru membuka lembaran baru. Ia sempat bergabung dengan Manisa BBSK di Turki sebelum kembali fokus membela Timnas Indonesia dan tampil di Proliga 2026.

Perjalanan kariernya terus bergerak maju, sementara Red Sparks terjebak di dasar klasemen.

Kini, pertanyaan besar muncul: seberapa besar dampak kepergian Megawati terhadap runtuhnya performa Red Sparks? Cedera dan taktik jelas berperan, tetapi kehilangan figur pemimpin di lapangan tampaknya menjadi faktor krusial. 

Tanpa evaluasi menyeluruh dalam perekrutan, pertahanan, dan fleksibilitas strategi, musim kelam ini bisa menjadi titik awal kemunduran panjang bagi Red Sparks di V-League. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral