- Instagram Red Sparks
Kok Bisa-bisanya Red Sparks Dihantam 11 Kekalahan Beruntun? Ko Hee-jin: Ini Musim yang Sulit Bahkan Untuk Menyusun Tim!
tvOnenews.com - Kondisi ruang ganti Daejeon JungKwanJang Red Sparks tengah berada di titik paling rapuh musim ini.
Setelah rentetan hasil negatif yang tak kunjung terhenti, pelatih Ko Hee-jin akhirnya buka suara soal situasi sulit yang membelit timnya.
Ia tak menampik bahwa badai cedera dan inkonsistensi performa membuat Red Sparks kesulitan sekadar menjaga stabilitas permainan.
Dalam klasemen sementara V-League 2025-2026 Divisi Wanita, Red Sparks kini terdampar di peringkat ketujuh atau posisi terakhir.
Dari 30 laga yang telah dijalani, mereka baru mengoleksi enam kemenangan dan menelan 24 kekalahan dengan total 20 poin.
Jarak dengan AI Peppers Savings Bank di peringkat keenam (38 poin) terpaut sangat jauh, dan secara matematis mereka sudah tak mungkin keluar dari dasar klasemen meski menyapu bersih laga tersisa.
11 Kekalahan Beruntun dan Realita Pahit Klasemen
Pukulan terbaru datang saat Red Sparks takluk 2-3 dari AI Peppers di Stadion Pepper Gwangju, Rabu (18/2).
Dalam laga putaran kelima V-League Jin Air 2025-26 itu, AI Peppers menang 25-17, 25-19, 21-25, 22-25, 15-5. Hasil tersebut memastikan Red Sparks terjebak dalam 11 kekalahan beruntun.
AI Peppers kini mencatat 13 kemenangan dan 17 kekalahan (38 poin), bahkan sukses mengamankan minimal posisi keenam untuk pertama kalinya sejak klub berdiri.
Sementara itu, Red Sparks tetap tertahan di posisi buncit. Bahkan jika mereka meraih 18 poin tambahan dari enam pertandingan tersisa, peringkat kedua tim tak akan berubah karena jumlah kemenangan AI Peppers sudah lebih banyak.
Pada laga tersebut, Zoey Weatherington tampil dominan dengan 40 poin, dibantu Park Eun-seo (22 poin) dan Haruyo Shimamura (11 poin).
Di kubu Red Sparks, Elisa Zanette mencetak 26 poin, sementara Park Yeo-reum dan Park Eun-jin masing-masing menyumbang 13 dan 12 poin. Namun lagi-lagi, fokus permainan runtuh di set penentuan.
- Instagram Red Sparks
Ko Hee-jin: “Ini Musim yang Sulit”
Di tengah tekanan besar, Ko Hee-jin tidak menutup mata terhadap kenyataan pahit yang dihadapi timnya. Seusai pertandingan, ia mengakui kerja keras para pemain meski hasil tak berpihak.
“Para pemain berjuang keras. Sepertinya kami kalah dalam perebutan posisi ace di set kelima terakhir,” ujarnya.
Ucapan itu menggambarkan betapa tipisnya margin kekalahan yang terus menghantui Red Sparks.
Namun persoalan mereka tak sekadar soal set penentuan. Cedera beruntun membuat komposisi tim berubah-ubah hampir setiap pekan.
Middle blocker Jung Ho-young dipastikan menepi hingga akhir musim akibat patah jari tengah kiri saat menghadapi GS Caltex Seoul KIXX di Chungmu Gymnasium.
“Dia akan membutuhkan setidaknya empat minggu pemulihan, jadi pada dasarnya dia absen sampai akhir musim,” kata Ko Hee-jin, dikutip dari Sport Chosun.
Tak hanya itu, kapten sekaligus setter utama Yeum Hye-seon masih dibekap cedera lutut sejak playoff musim lalu.
Pemain kuota Asia Wipawee Srithong bahkan belum sempat tampil akibat cedera sebelum digantikan Jamiyanpurev Enkhsoyol yang juga bermasalah secara fisik. Opposite asing Elisa Zanette pun sempat menepi dalam empat laga.
“Ini musim yang sulit bahkan untuk menyusun tim dengan begitu banyak cedera yang tidak diinginkan,” tutur Ko Hee-jin.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan Red Sparks bukan hanya teknis, tetapi juga krisis kedalaman skuad.
Sektor Receive dan Tekanan Mental
Sorotan media Korea sebelumnya juga mengarah pada lemahnya pertahanan, terutama saat kalah 0-3 dari Heungkuk Life Pink Spiders di Incheon Samsan World Gymnasium. Dalam laporan yang dikutip dari Naver disebutkan:
“Setelah sebelumnya kalah tipis melawan Industrial Bank of Korea, dan dengan Heungkuk Life Insurance yang belakangan ini mengalami kesulitan, ekspektasi tinggi tertuju pada pertandingan yang ketat, tetapi hasilnya sangat mengecewakan.”
Statistik memperlihatkan efisiensi receive Red Sparks sempat menyentuh angka 16,42 persen dalam satu laga, dan rata-rata musim ini berada di 22,24 persen terendah di liga.
Ketika pertahanan goyah, distribusi bola menjadi tak maksimal, bahkan mereka hanya mampu mencatat satu blok berbanding 13 milik lawan dalam pertandingan tersebut.
Meski posisi juru kunci telah terkunci, Ko Hee-jin tetap mencoba menjaga semangat tim.
Ia menundukkan kepala dan berkata, “Para pemain kita harus melakukan yang terbaik dalam segala hal. Saya ingin segera memberikan kemenangan kepada para penggemar.”
Dengan enam laga tersisa dan musim semi yang praktis berakhir bagi Red Sparks, pekerjaan rumah besar menanti manajemen dan staf pelatih.
Evaluasi menyeluruh atas komposisi pemain, strategi bertahan, hingga manajemen cedera menjadi keharusan jika mereka tak ingin keterpurukan ini berlanjut ke musim berikutnya.
Untuk saat ini, klasemen V-League 2025-2026 berbicara tegas: Red Sparks berada di posisi terakhir. Dan di balik angka-angka itu, tersimpan perjuangan tim yang berusaha bertahan di tengah badai cedera dan tekanan kompetisi yang semakin ketat. (udn)