- Tangkapan layar instagram JPE Volley
Megawati Hangestri Resmi Jadi Duta AVC 2026, Benar atau Hoaks? Ternyta Faktanya Sebenarnya Seperti Ini
Sejak memulai karier profesional musim 2005–2006, ia dikenal sebagai outside hitter kelas dunia yang berkarier di Korea, Turki, Jepang, hingga Tiongkok.
Pada musim terakhirnya 2024–2025, Kim meraih gelar liga sekaligus penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Bahkan enam klub menggelar tur pensiun sebagai bentuk penghormatan, sementara laga perpisahan informal digelar pada 18 Mei lewat ajang KYK Invitational.
Menariknya, Megawati Hangestri sempat diundang dalam acara tersebut, namun tidak hadir karena masih terikat jadwal Proliga di Indonesia.
Klaim Megawati Jadi Duta AVC 2026: Tidak Ditemukan Bukti Resmi, Hoaks
- Tangkapan layar
Di sisi lain, portal Blitar Kawentar pada Sabtu, 21 Februari 2026 mempublikasikan artikel berjudul:
“Megawati Hangestri Resmi Jadi Duta AVC 2026, Bukti Voli Indonesia Bangkit dan Diakui Dunia”
Dalam narasinya disebutkan bahwa Megawati resmi dilantik sebagai duta utama AVC Women’s Champions League 2026 di Korea Selatan dan menjadi wajah kompetisi klub paling elite di Asia.
Artikel tersebut juga menyatakan bahwa setiap materi promosi AVC di Korea, Jepang hingga Tiongkok menampilkan sosok Megawati bersama bendera Indonesia, serta menyebut dampaknya membuka peluang ekonomi dan kolaborasi antar liga Asia.
Namun, berdasarkan penelusuran tim tvOnenews, tidak ada pernyataan resmi dari AVC yang menyebut Megawati sebagai duta turnamen tersebut.
Tidak ditemukan rilis, unggahan media sosial, maupun konferensi pers resmi yang mengonfirmasi klaim tersebut.
Dengan demikian, klaim Megawati Hangestri menjadi duta AVC 2026 dapat dikategorikan sebagai hoaks atau informasi yang tidak terverifikasi.
Dampak Hoaks dan Realita Kiprah Megawati
Meski kabar tersebut tidak benar, tidak dapat dipungkiri bahwa kiprah Megawati Hangestri memang memberikan dampak besar bagi citra voli Indonesia.
Performanya di liga luar negeri serta kontribusinya di Proliga membuat namanya semakin diperhitungkan di Asia.
Narasi dalam artikel yang menyebut bahwa dunia kini menghormati voli Indonesia memang menggambarkan optimisme publik.
Disebutkan pula bahwa keberhasilan Megawati menghadapi pemain papan atas Korea Selatan memberi efek psikologis positif bagi tim nasional, mengubah mentalitas underdog menjadi mental juara.