- KOVO
Nasib Ko Hee-jin di Ujung Tanduk Usai Gagal 11 Kali, Red Sparks Sulit Yakinkan Megatron Kembali ke Korea Selatan?
tvOnenews.com - Masa depan Ko Hee-jin terancam gagal bersama Red Sparks usai alami kekalahan beruntun 11 kali? Musim ini menjadi salah satu periode tergelap dalam sejarah Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Klub yang musim lalu sempat mencuri perhatian publik V-League justru terjerembap ke dasar klasemen. Hingga pekan ke-30, tim asal Daejeon itu hanya mengoleksi 20 poin dari enam kemenangan dan menelan 11 kekalahan beruntun, sebuah rekor pahit yang memantik kemarahan suporter.
Situasi tersebut ikut menyeret masa depan sang pelatih, Ko Hee-jin, ke ujung tanduk. Desakan mundur menguat di berbagai forum penggemar dan media lokal.
Jika tak ada perubahan drastis, bukan tak mungkin kursi kepelatihan akan berganti sebelum musim baru dimulai.
Ancaman ini tentu berdampak besar pada peluang kembalinya Megawati Hangestri alias Megatron ke Liga Voli Korea musim 2026/2027.
- Instagram Red Sparks
Red Sparks Terpuruk, Tekanan untuk Ko Hee-jin Menguat
Kondisi internal Red Sparks saat ini jauh berbeda dibanding musim 2024/2025. Saat itu, bersama Megawati, mereka mampu menembus babak grand final dan menjadi salah satu tim paling ditakuti di liga.
Kini realitasnya berbanding terbalik. Performa inkonsisten, pertahanan rapuh, serta serangan yang kehilangan daya gedor membuat Red Sparks terpuruk di posisi juru kunci.
Media Korea, Yonhap News Agency (YNA), bahkan melaporkan bahwa posisi Ko Hee-jin tidak lagi aman.
“Masa depan Ko Hee-jin di Red Sparks tidak aman. Muncul desakan besar agar ia mundur. Hal ini bisa mengubah keputusan Megawati dalam memilih pelabuhan barunya di Korea,” tulis laporan YNA.
Gelombang protes ini tak lepas dari ekspektasi tinggi publik setelah pencapaian impresif dua musim sebelumnya.
Tanpa perbaikan signifikan di sisa kompetisi, Red Sparks akan kesulitan menarik kembali pemain bintang, termasuk Megawati.
Aturan Baru KOVO: Peluang Terbuka Bagi Megatron?
Di tengah kekacauan performa tim, Federasi Bola Voli Korea Selatan atau Korea Volleyball Federation (KOVO) sebenarnya menghadirkan angin segar lewat regulasi anyar.
Mulai musim 2026/2027, sistem draft pemain asing resmi diganti menjadi mekanisme bebas transfer. Klub dapat bernegosiasi langsung dengan pemain Asia maupun non-Asia, selama tetap mematuhi batasan salary cap.
Namun, KOVO juga menetapkan sanksi tegas. Klub yang melanggar aturan finansial terancam pencoretan instan pemain asing terkait serta larangan transfer selama dua musim berturut-turut.
Regulasi ini menjadikan Megawati sebagai “komoditas panas” di bursa transfer V-League. Banyak tim diyakini siap bersaing mendapatkan opposite andalan Indonesia tersebut.
Akan tetapi, kestabilan manajemen dan kepastian pelatih menjadi faktor krusial dalam keputusan sang pemain.
- KOVO
Jika Ko Hee-jin benar-benar lengser, peluang reuni emosional dengan Red Sparks bisa sirna. Apalagi hubungan personal keduanya sangat erat.
Megawati, Sosok yang Mengubah Wajah Red Sparks
Tak bisa dimungkiri, Megawati adalah figur sentral dalam kebangkitan Red Sparks dua musim lalu.
Ko Hee-jin memantau langsung aksinya sejak SEA Games 2023 di Kamboja dan menjadi sosok yang berani merekrut pemain dari Indonesia, negara yang saat itu dianggap belum setara dengan Thailand atau Vietnam di level Asia Timur.
Keputusan tersebut terbukti jitu. Pada musim pertamanya, Megawati mengemas 736 poin. Musim kedua, ia bahkan meningkatkan torehan menjadi 802 poin dengan efisiensi serangan mencapai 48,06 persen.
Red Sparks yang sebelumnya hanya menjadi “penggembira” playoff, berubah menjadi kandidat juara.
Mereka melaju hingga final dan memberikan perlawanan sengit sebelum kalah agregat 2-3 dari Incheon Heungkuk Life Pink Spiders yang diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.
Media sosial Korea kini ramai mempertanyakan keputusan melepas Megawati. Dalam ulasan The Spike Korea, seorang penulis Blog Naver dengan akun caleb0901 menilai bahwa jika Megawati memilih klub lain, dampaknya akan jauh melampaui sekadar transfer biasa.
Menurutnya, tim yang mendapatkan Megawati berpotensi langsung menjadi kandidat kuat juara. Bukan hanya karena produktivitas poinnya, tetapi juga efek psikologis yang ia bawa ke dalam tim.
Saat ini Megawati tengah fokus membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 demi mempertahankan gelar. Namun rumor kepulangannya ke V-League terus menghangat.
Pertanyaannya kini sederhana namun krusial: apakah Red Sparks mampu berbenah dan mempertahankan Ko Hee-jin demi menjaga peluang reuni?
Ataukah justru krisis ini menjadi awal berakhirnya kisah emosional Megatron bersama klub Merah-Hitam? Musim panas 2026 akan menjadi penentu. (udn)