news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mengenal Wilda Siti Nurfadhilah Dari Ratu Middle Blocker ke Otak di Balik Layar Jakarta Livin Mandiri, Proliga 2026!.
Sumber :
  • instagram wilda siti nurfadilah

Mengenal Wilda Siti Nurfadhilah: Dari Ratu Middle Blocker ke Otak di Balik Layar Jakarta Livin Mandiri, Proliga 2026!

Rekam jejaknya tak main-main. Wilda Siti Nurfadhilah tercatat sebagai bagian penting skuad Indonesia di ajang SEA Games, bahkan dikenal sebagai middle blocker
Rabu, 25 Februari 2026 - 23:47 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Siapa sebenarnya Wilda Siti Nurfadhilah? Di jagat bola voli nasional, namanya bukan sekadar pemain biasa. Lahir di Bandung, 7 Februari 1995, Wilda tumbuh menjadi salah satu middle blocker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. 

Kariernya melejit bersama tim nasional di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), dengan torehan lebih dari satu dekade membela Merah Putih di berbagai ajang Asia Tenggara hingga level kontinental.

Rekam jejaknya tak main-main. Ia tercatat sebagai bagian penting skuad Indonesia di ajang SEA Games, bahkan dikenal sebagai middle blocker berhijab pertama yang tampil di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. 

7 Gelar Proliga, 13 Tahun Timnas, Kini Bersinar di Balik Bench

Di level klub, Wilda mengoleksi tujuh gelar Proliga rekor terbanyak di sektor putri bersama sejumlah tim elite sebelum akhirnya menjadi kapten dan ikon di Jakarta Livin Mandiri

Wilda Siti Nurfadilah
Sumber :
  • instagram wilda siti nurfadilah

Setelah 13 tahun berkarier di timnas dan belasan musim di Proliga, ia resmi gantung sepatu usai musim 2025. Namun, kisahnya tak berhenti di sana ia justru memulai babak baru dari balik bench.

Dari Kapten ke Asisten Pelatih: Transformasi Cepat di Livin Mandiri

Musim Proliga 2025 menjadi momen pahit bagi Livin Mandiri. Saat itu, Wilda masih berdiri di tengah lapangan sebagai kapten. 

Mereka nyaris menembus Final Four, tetapi satu kekalahan di laga terakhir membuat langkah terhenti. Livin finis dengan 18 poin, terpaut satu angka dari Gresik yang mengoleksi 19 poin. Selisih tipis itu menghapus mimpi di garis akhir.

Luka serupa sebenarnya sudah terasa sejak musim 2024. Sebagai tim yang relatif baru membangun fondasi, Livin gagal bersaing di papan atas dan tertahan di peringkat bawah klasemen reguler. 

Dua musim tanpa Final Four menjadi catatan yang menekan mental tim. Alih-alih menjauh, Wilda justru semakin dekat dengan klub. Januari 2026, manajemen Livin Mandiri memanggilnya kembali kali ini sebagai asisten pelatih.

Eks Middle Blocker Timnas Voli Putri Indonesia Wilda Siti Nurfadhilah
Sumber :
  • Instagram @wildanurfadhilahh

Ia mendampingi pelatih kepala asal Thailand, Danai Sriwatcharamethakul, bersama staf pelatih lainnya. Wilda bahkan telah mengantongi lisensi kepelatihan FIVB sebagai bekal formal memasuki dunia coaching.

Dalam konferensi pers awal musim, ia mengaku bersyukur atas kepercayaan tersebut. Perannya bukan hanya soal taktik, tetapi menjadi penghubung komunikasi antara pemain dan pelatih. 

Pengalaman panjang sebagai kapten membuatnya memahami dinamika ruang ganti, terutama dalam mengelola tekanan di laga-laga krusial.

Ujian Mental dan Misi Balas Dendam di Proliga 2026

Proliga 2026 menjadi ajang pembuktian. Livin sempat menunjukkan inkonsistensi di awal musim. Rotasi pemain asing belum sepenuhnya menyatu, kedalaman skuad belum stabil, dan tekanan psikologis masih menghantui di set-set akhir.

Namun momentum berubah ketika mereka sukses menaklukkan Jakarta Pertamina Enduro dengan skor 3-1 di GOR Utama Bojonegoro. 

Kemenangan itu terasa spesial karena Pertamina diperkuat Megawati Hangestri, salah satu opposite paling produktif musim ini.

Hasil tersebut mengangkat posisi Livin ke papan tengah dan membuka kembali peluang Final Four.

Tetap saja, tantangan belum selesai. Berdasarkan klasemen per 22 Februari, Gresik Phonska Plus memimpin dengan 26 poin, disusul Pertamina Enduro (24 poin).

Jakarta Electric PLN dan Livin Mandiri sama-sama mengoleksi 18 poin, sementara Jakarta Popsivo Polwan menguntit dengan 17 poin.

Artinya, laga pekan kedelapan di GOR Padepokan Jenderal Polisi Kunarto menjadi penentuan hidup-mati.

Pertandingan Livin kontra Electric PLN pada 1 Maret pukul 20.30 WIB akan menentukan nasib musim. Menang, peluang tetap terbuka. Kalah, musim selesai.

Di sinilah peran Wilda terasa. Ia fokus pada stabilitas mental, disiplin servis, serta komunikasi saat poin-poin kritis. 

Electric PLN dikenal memiliki sistem blok yang solid dan transisi cepat. Untuk mengalahkan mereka, Livin harus bermain tanpa beban sesuatu yang sempat berhasil dilakukan saat mengalahkan Pertamina.

Potret Wilda Siti Nurfadhilah
Sumber :
  • instagram

Teh Kiwil: Aura yang Tak Pernah Padam

Di luar taktik, ada aura yang sulit diukur statistik: kepemimpinan. Wilda yang akrab disapa Teh Kiwil tetap menjadi magnet emosional tim. 

Julukan “Kiwil” berasal dari masa SMA di Bandung, ketika pelatihnya kerap memanggil “Wil-wil” yang kemudian terdengar seperti “Kiwil”. 

Tambahan “Teh” sebagai sapaan khas Sunda membuat namanya semakin melekat di hati suporter.

Sebagai asisten pelatih, pendekatannya tetap santai dan membumi. Ia berbaur dengan pemain muda seperti Syelomitha Wongkar dan Putri Naisya, menjadi jembatan bahasa antara staf asing dan pemain lokal. 

Hubungannya dengan Coach Danai pun harmonis; ia banyak menyerap ilmu dari pelatih yang memiliki pengalaman internasional tersebut.

Secara historis, Wilda adalah simbol konsistensi. Tujuh gelar Proliga, lebih dari satu dekade di timnas, dan status living legend membuat kehadirannya di bench bukan sekadar formalitas. 

Ia membawa kultur juara yang pernah dibangun di masa kejayaan klub-klub yang ia bela.

Musim 2024 dan 2025 mungkin menjadi catatan pahit. Tetapi Proliga 2026 adalah kesempatan menulis ulang narasi. 

Bagi Livin Mandiri, ini bukan sekadar pertandingan penentuan klasemen. Ini tentang menghapus stigma tim yang selalu terpeleset di ujung jalan.

Dan bagi Wilda Siti Nurfadhilah, perjalanan dari middle blocker tangguh menjadi asisten pelatih inspiratif membuktikan satu hal: legenda tak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya berganti peran.

Jika 1 Maret nanti Livin berhasil melangkah ke Final Four, publik mungkin akan melihat Yolla Yuliana dan kawan-kawan bersorak di lapangan. Namun di balik layar, ada Teh Kiwil tenang di bench, tetapi menyala di hati tim. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:11
07:34
05:04
05:03
03:45
05:51

Viral