- instagram Petrovoli / JPE Voley
Update Proliga 2026: Dihajar 3-0 Gresik Phonska! Megatron Cs Gagal Rebut Puncak, Klasemen Proliga 2026 Makin Panas!
tvOnenews.com - Kekalahan telak harus diterima Jakarta Pertamina Enduro saat menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam lanjutan Proliga Putri 2026.
Bermain di GOR Padepokan Voli Jenderal Pol Kunarto, Bogor, Kamis (26/2/2026) malam WIB, tim yang diperkuat Megawati itu takluk tiga set langsung tanpa balas. Skor 25-20, 25-20, dan 25-17 menegaskan dominasi penuh sang lawan.
Hasil ini bukan sekadar kekalahan biasa. Bagi Megatron cs, tumbangnya mereka berdampak langsung pada posisi akhir klasemen reguler Proliga 2026.
Dengan status kedua tim yang sudah mengamankan tiket final four, duel tersebut sejatinya menjadi perebutan mahkota juara musim reguler, modal penting sebelum memasuki fase krusial perebutan gelar.
Dominasi Phonska, Enduro Tak Berkutik
Melansir unggahan Instagram resmi Petrovoli, kemenangan 3-0 atas Pertamina Enduro disebut sebagai “total domination”. Julukan itu bukan tanpa alasan.
Sejak awal laga, Phonska tampil solid dalam blok maupun serangan. Transisi permainan mereka berjalan rapi, sementara Enduro kesulitan keluar dari tekanan.
Set pertama dan kedua berakhir identik 25-20. Pertamina sempat memberikan perlawanan, namun kesalahan sendiri serta pertahanan rapat Phonska membuat jarak poin terus melebar.
- instagram JPEVolley
Pada set ketiga, situasi makin berat bagi Megawati dan kolega. Phonska menutup laga dengan kemenangan 25-17 yang mempertegas superioritas mereka malam itu.
Kemenangan tersebut memastikan Phonska mengakhiri musim reguler sebagai pemuncak klasemen Proliga Putri 2026 dengan raihan sembilan kemenangan dan 26 poin.
Sementara Pertamina harus puas sebagai runner-up dengan delapan kemenangan dan 24 poin.
Penentu Puncak Klasemen dan Modal Final Four
Pertandingan ini memang sarat gengsi. Sebelum laga, kedua tim sudah dipastikan lolos ke final four. Namun, status juara babak penyisihan menjadi pertaruhan penting karena menentukan peta persaingan di fase berikutnya.
Pada putaran pertama, Pertamina juga sempat tumbang 1-3 dari Gresik Petrokimia pada 18 Januari 2025 dengan skor 17-25, 25-23, 18-25, dan 20-25.
Artinya, sepanjang musim reguler 2026, Enduro belum mampu menaklukkan Phonska. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah menjelang final four.
Secara matematis, posisi klasemen akhir tak lagi berubah. Phonska memimpin dengan rasio set 2,900 dan rasio poin 1,165.
Sementara Pertamina memiliki rasio set 2,154 dan rasio poin 1,100. Meski selisih poin tak terlalu jauh, konsistensi Phonska menjadi pembeda utama.
Bagi Pertamina Enduro, kekalahan ini bisa menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi. Final four menuntut stabilitas performa, dan menghadapi calon juara reguler tentu memberikan gambaran jelas soal celah yang harus diperbaiki.
- instagram Petrovoli / JPE Voley
Perebutan Tiket Final Four Masih Memanas
Sementara dua raksasa sudah mengunci tempat, persaingan di papan tengah belum sepenuhnya usai.
Jakarta Electric PLN Mobile, Jakarta Livin Mandiri, dan Jakarta Popsivo Polwan masih berebut dua tiket tersisa menuju final four.
Popsivo Polwan memiliki peluang besar karena menghadapi Medan Falcons yang belum meraih kemenangan sepanjang musim.
Saat ini Popsivo mengoleksi enam kemenangan dan 17 poin, hanya terpaut tipis dari Electric PLN dan Livin Mandiri yang sama-sama mengemas 18 poin.
Electric PLN unggul rasio set (1,211) sehingga berada di posisi ketiga, sementara Livin Mandiri mencatat rasio 1,000.
Pertemuan langsung keduanya pada laga terakhir akan menjadi duel hidup mati demi satu tiket ke fase empat besar.
Adapun Medan Falcons masih terbenam di dasar klasemen tanpa kemenangan. Di atasnya terdapat Bandung BJB Tandamata dengan empat kemenangan dan 13 poin.
Kekalahan dari Phonska memang menyakitkan bagi Megawati Hangestri cs. Namun, status runner-up reguler tetap memberi mereka peluang besar di final four Proliga 2026.
Tantangannya kini bukan lagi soal klasemen, melainkan konsistensi dan mental bertanding di fase penentuan.
Jika ingin membalas dominasi Phonska dan merebut gelar juara, Pertamina Enduro harus menemukan kembali performa terbaiknya. Final four akan menjadi panggung pembuktian sesungguhnya. (udn)