- instagram Petrovoli
Marhaban Ya Final Four: 4 Kemenangan Beruntun, Alessandro Lodi Tegaskan Gresik Phonska Plus Bidik Juara Proliga 2026!
Tekanan konsisten membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan mesin poin utama Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri, tak mampu tampil maksimal karena ruang geraknya dipersempit.
Dominasi itu menjadi peringatan bagi seluruh kontestan Final Four, termasuk Gresik Phonska Plus. Kompetisi tidak bisa dimenangi hanya dengan mengandalkan satu bintang.
Organisasi pertahanan, kestabilan receive, serta distribusi bola yang cerdas menjadi kunci pembeda di laga-laga besar.
Lodi pun menyadari bahwa untuk bersaing di Final Four, timnya harus menampilkan disiplin serupa. Evaluasi terus dilakukan agar tidak terjebak pada pola permainan yang mudah ditebak.
Misi April: Final Four Bukan Garis Akhir
Dengan posisi Final Four yang sudah aman, fokus Gresik Phonska Plus kini mengarah ke persiapan matang menghadapi fase penentuan pada April nanti. Lodi menegaskan, target mereka tidak berubah: menjuarai Proliga 2026.
Ia melihat momentum empat kemenangan terakhir sebagai modal kepercayaan diri. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fase gugur memiliki tekanan berbeda.
Intensitas pertandingan meningkat, kesalahan kecil bisa berujung fatal, dan faktor mental memainkan peran besar. Kemenangan atas Medan Falcons menjadi bahan evaluasi sekaligus penguat mental tim.
Dalam laga itu, Gresik tampil sabar membangun serangan dan disiplin menjaga ritme permainan. Pola ini diharapkan terus terjaga hingga Final Four.
Kini, peta persaingan semakin jelas. Gresik Petrokimia datang sebagai pemuncak klasemen reguler dengan kepercayaan diri tinggi.
Jakarta Pertamina Enduro berusaha membenahi strategi agar tak kembali terjebak ketergantungan pada satu pemain.
Di sisi lain, Gresik Phonska Plus hadir sebagai tim yang sedang naik daun dengan tren kemenangan impresif.
April akan menjadi bulan pembuktian. Apakah konsistensi Gresik Phonska Plus mampu berlanjut hingga partai puncak?
Alessandro Lodi sudah menegaskan satu hal: Final Four bukan tujuan akhir, melainkan gerbang menuju ambisi yang lebih besar mengangkat trofi Proliga 2026. (udn)