news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megatron “Mati Kutu” Cuma Cetak 4 Poin! Alarm Keras Jakarta Pertamina Enduro Jelang Final Four Proliga 2026.
Sumber :
  • instagram JPEVolley

Megatron “Mati Kutu” Cuma Cetak 4 Poin! Alarm Keras Jakarta Pertamina Enduro Jelang Final Four Proliga 2026

Megatron yang biasanya menjadi tumpuan utama Jakarta Pertamina Enduro tampak kesulitan menemukan celah. Dari total 14 percobaan serangan, sebagian besar spike-nya
Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Megatron tampil jauh dari ekspektasi jelang final four 2026. Ada apa dengan Megawati Hangestri

Dalam laga panas kontra Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, opposite andalan Jakarta Pertamina Enduro itu hanya mampu mengemas 4 poin sepanjang pertandingan. 

Dari total 14 percobaan serangan, sebagian besar spike-nya mentok di blok rapat lawan atau gagal menghasilkan angka.

Performa yang melempem ini langsung memantik sorotan. Apalagi, Pertamina Enduro sebelumnya sudah memastikan tiket Final Four Proliga 2026

Kekalahan telak 0-3 (25-20, 25-20, 25-17) justru menjadi sinyal bahaya bahwa status lolos empat besar tak otomatis menjamin konsistensi performa, terutama saat menghadapi tim sekelas Gresik Phonska Plus.

Megawati Teredam, Blok Petrokimia Jadi Pembeda

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, lini pertahanan Gresik tampil disiplin. Tekanan servis yang konsisten membuat ritme serangan Enduro tidak berkembang. 

Megawati yang biasanya menjadi tumpuan utama tampak kesulitan menemukan celah. Sebaliknya, di kubu lawan, nama Mediol Stiovanny Yoku mencuri perhatian.

Bermain solid di depan net, ia mengoleksi 9 poin sekaligus dinobatkan sebagai best blocker dalam laga itu. 

Gresik Phonska Bungkam Telak Megatron Cs Sebagai Juara Bertahan! Pertamina Enduro Tersungkur 0-3 Jelang Final Four Proliga 2026
Sumber :
  • instagram JPEVolley

Kontribusinya menjadi faktor penting yang meredam agresivitas lini serang Pertamina Enduro. Perbandingan kontribusi poin antara Megawati dan Medi Yoku pun ramai diperbincangkan. 

Banyak yang menilai duel ini memperlihatkan efektivitas sistem pertahanan kolektif Gresik, sekaligus menjadi catatan evaluasi bagi Enduro yang masih terlalu bertumpu pada trio “SMS” (Shcherban–Megawati–Salas).

Meski hanya mencetak empat angka, Megawati tetap figur sentral bagi timnya. 

Dalam olahraga profesional, satu laga tak bisa sepenuhnya menggambarkan kualitas seorang atlet. Namun, momentum kebangkitan jelas dibutuhkan menjelang babak gugur.

Popsivo Amankan Tiket, Persaingan Makin Ketat

Sementara itu, peta Final Four kategori putri hampir lengkap setelah Jakarta Popsivo Polwan resmi menyegel tiket ketiga. 

Mereka menyusul Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro yang lebih dulu lolos.

Popsivo memastikan langkahnya usai menundukkan Medan Falcons dengan skor 3-0 (25-10, 25-19, 25-15) di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Jumat (27/2/2026). 

Tim asuhan Darko Dobreskov tampil tanpa rotasi, menurunkan komposisi terbaik sejak awal.

Bethania de la Cruz, outside hitter asal Republik Dominika, tampil penuh dalam laga perpisahannya. Ia menyumbang 18 poin bersama Yonkaira Pena, termasuk empat ace. Dalam rilis resmi PBVSI, De La Cruz mengungkapkan emosinya.

“Rasanya campur aduk, saya bermain tiga musim di Indonesia. Saya merasa terkesan dengan orang-orang yang ada di sini. Mulai dari penggemar membuat saya kerasan selama tiga musim sejak pertama di Jakarta Pertamina pada 2018,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Saya memang belum pernah mempersembahkan gelar juara di Indonesia. Tapi Indonesia tetap ada di hati saya selama saya berkarir di dunia voli.”

Di sisi lain, Medan Falcons harus mengakhiri musim tanpa kemenangan. Pelatih Marcos Sugiyama tetap mencoba melihat perkembangan positif tim mudanya. 

“Sepanjang Proliga 2026 kami memang belum berhasil meraih kemenangan. Tapi progres permainan kami dari hari ke hari cukup berkembang,” tuturnya.

Dominasi Gresik dan Evaluasi Enduro

Kemenangan Gresik atas Enduro sekaligus memastikan mereka sebagai penguasa babak reguler. Tim asuhan Alessandro Lodi tampil disiplin dan solid, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang. 

Meski sempat melakukan beberapa error di awal set pertama, mereka cepat bangkit dan mengendalikan permainan.

Aliran bola ke setter Arneta Putri Amelian berjalan lancar, membuka ruang bagi hitter seperti Medi Yoku, Bytsenko, dan Mitchem untuk mencetak poin. Oleksandra Bytsenko bahkan menjadi top skor dengan 23 poin.

Sebaliknya, Pertamina Enduro tampak kehilangan momentum. Pelatih Bulent Karslioglu sempat merotasi setter Tisya Amallya dengan Tina Syifa Sabila demi memperkuat blok. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan agresivitas lawan.

Kini, Enduro dihadapkan pada pekerjaan rumah besar jelang Final Four. Kekalahan ini bisa menjadi alarm penting agar tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap satu pemain. 

Jika ingin mempertahankan gelar, konsistensi kolektif dan variasi serangan harus segera dibenahi.

Satu hal pasti: babak Final Four Proliga 2026 akan menjadi ajang pembuktian. Bagi Megawati, ini momentum untuk bangkit. 

Bagi Pertamina Enduro, ini saatnya menjawab kritik dan membuktikan bahwa status juara bertahan masih layak disandang. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral