news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Skuad Jakarta Pertamina Enduro di Final Four Proliga 2026.
Sumber :
  • instagram JPEVolley

Permintaan Khusus Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Usai Lolos Grand Final Proliga 2026: Pemain Terkadang Kehilangan Kontrol!

Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, melontarkan permintaan khusus yang tak biasa: mengkritik suhu panas di arena pertandingan Final Proliga 2026. Ia meminta perhatian terhadap kondisi
Sabtu, 18 April 2026 - 22:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Euforia kelolosan ke grand final Proliga 2026 seharusnya identik dengan selebrasi dan rasa lega. Namun, suasana berbeda justru muncul dari kubu Jakarta Pertamina Enduro

Alih-alih langsung membahas kemenangan, pelatih mereka, Bulent Karslioglu, justru melontarkan permintaan khusus yang tak biasa: mengkritik suhu panas di arena pertandingan.

Pernyataan itu bukan sekadar keluhan ringan. Dalam konferensi pers usai laga, Karslioglu secara tegas meminta perhatian terhadap kondisi venue yang dianggap mengganggu kualitas permainan.

Di tengah sorotan publik pada performa timnya, isu suhu panas justru menjadi pembuka diskusi, menunjukkan bahwa kemenangan besar pun tak lepas dari persoalan teknis di lapangan.

Kritik Pedas Karslioglu: “Suhu 30 Derajat Terlalu Panas”

Karslioglu mengawali pernyataannya dengan nada serius.

“Saya ingin semua orang di sini, tolong, tulis sesuatu tentang arenanya karena temperaturnya 30 derajat,” ujarnya kepada awak media.

Komentar ini muncul setelah Jakarta Pertamina Enduro memastikan tiket final usai mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16) di GOR Jatidiri, Semarang.

Menurut pelatih asal Turki tersebut, kondisi suhu di dalam arena jauh dari ideal untuk pertandingan profesional. Ia bahkan menyoroti keterbatasan fasilitas pendingin udara.

Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu
Sumber :
  • instagram JPEVolley

“Kita hanya punya lima pendingin udara di dalam (venue). Biasanya, di kota-kota lain ada dua pendingin di setiap sisi,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, ia mempertanyakan standar penyelenggaraan pertandingan.

“Kenapa kami harus bertanding dengan kondisi yang sangat panas? Kenapa para pemain tidak bisa memberi performa terbaik?” katanya.

Dalam dunia olahraga profesional, suhu ideal indoor biasanya berkisar 20–24 derajat Celsius. 

Artinya, kondisi 30 derajat seperti yang disebut Karslioglu berada jauh di atas standar, dan berpotensi memengaruhi stamina serta konsentrasi pemain.

Dampak Nyata: Permainan Melambat dan Risiko Cedera

Karslioglu juga menjelaskan dampak langsung dari suhu panas terhadap jalannya pertandingan.

“Semua orang ke sini untuk apa? Pertandingan bola voli yang bagus kan? Sekarang suhu udaranya sekitar 30 derajat, itu terlalu panas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi lapangan menjadi lebih lembap akibat keringat pemain, sehingga pertandingan beberapa kali harus dihentikan untuk pengeringan lantai.

“Pemain terkadang kehilangan kontrol ketika lapangannya terlalu basah, pertandingan berhenti (untuk dilap). Temponya jadi pelan.”

Fakta ini memperlihatkan bagaimana faktor non-teknis bisa memengaruhi ritme permainan. Jika dibandingkan dengan venue lain di Proliga, GOR Jatidiri memang dikenal memiliki sirkulasi udara yang kurang optimal, sehingga terasa lebih pengap.

Bahkan, Karslioglu mengaku harus mengganti bajunya hingga dua kali selama pertandingan, indikasi betapa ekstremnya kondisi di dalam arena.

Fokus ke Final: Rotasi Pemain dan Harapan di Yogyakarta

Meski mengkritik kondisi venue, Karslioglu tetap mengapresiasi perjuangan timnya. Kemenangan atas Jakarta Popsivo Polwan menjadi bukti konsistensi Jakarta Pertamina Enduro, yang kini berpeluang mempertahankan gelar juara.

Di partai puncak nanti, mereka akan menghadapi Gresik Petrokimia Ponska Plus di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

Karslioglu berharap kondisi di venue final akan jauh lebih baik.

“Finalnya berbeda dan kita punya (penonton) asing. Kita harus menunjukkan arena yang baik, semuanya, karena seluruh dunia menonton (voli) Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya persiapan matang menjelang final. Dalam laga terakhir final four melawan Gresik Phonska, ia berencana melakukan rotasi pemain.

“Saya ingin mencoba program yang baru karena sekarang ini masa persiapan. Selain itu, saya ingin melihat penampilan beberapa pemain pelapis, karena kami punya pemain-pemain yang masih sangat muda.”

Strategi ini menunjukkan kedalaman skuad Jakarta Pertamina Enduro, sekaligus kesiapan menghadapi kemungkinan cedera atau perubahan taktik di laga final.

Kemenangan telak atas Popsivo memastikan langkah besar Jakarta Pertamina Enduro ke grand final Proliga 2026. Namun di balik dominasi tersebut, muncul catatan penting soal kualitas penyelenggaraan pertandingan.

Kini, semua mata tertuju ke Yogyakarta. Bukan hanya untuk menyaksikan duel panas perebutan gelar, tetapi juga untuk melihat apakah kondisi ideal yang diharapkan Karslioglu benar-benar terwujud. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral