- instagram JPEVolley
Reaksi Keras Volimania Usai Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Leg 1: Satu-satunya di Dunia, Selebrasi Juara Ditunda!
Pada leg pertama, mereka sempat tertinggal di set awal dengan skor 19-25 setelah Gresik Phonska tampil agresif lewat Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko.
Namun, JPE menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan. Perubahan strategi yang dilakukan Tisya Amallya dalam mendistribusikan bola menjadi titik balik.
Irina Voronkova dan Wilma Salas mulai mendominasi serangan, membuat JPE membalas dengan dua kemenangan identik 25-19 di set kedua dan ketiga.
Memasuki set keempat, pertandingan berlangsung lebih ketat. Namun, Voronkova kembali menjadi pembeda di momen krusial. Dengan serangan yang efektif dan pertahanan solid, JPE menutup laga dengan skor 25-21.
Kemenangan 3-1 di leg pertama menjadi fondasi penting sebelum akhirnya mereka menyempurnakan dominasi dengan kemenangan 3-0 di leg kedua.
Konsistensi JPE dan Evaluasi untuk Proliga
Keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 semakin menegaskan status mereka sebagai tim elite. Kombinasi pemain seperti Megawati Hangestri, Irina Voronkova, dan Wilma Salas menjadi kekuatan utama yang sulit ditandingi.
Kapten tim, Tisya Amallya, menekankan bahwa kesabaran menjadi kunci kemenangan. “Kami sempat deg-degan setelah kalah di set pertama, tapi kami bermain lebih sabar,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, mengakui keunggulan lawan. “Kami tidak cukup baik hari ini, Pertamina bermain lebih baik,” katanya.
Jika melihat data pertandingan, Jakarta Pertamina Enduro unggul dalam efisiensi serangan dan minim kesalahan sendiri. Hal ini menjadi pembeda signifikan dibanding Gresik Phonska yang kerap kehilangan ritme di set-set krusial.
Meski sukses besar di lapangan, polemik penundaan seremoni juara menjadi catatan penting bagi penyelenggara.
Bagi banyak penggemar, kemenangan bukan hanya soal skor, tetapi juga tentang momen dan momen itu seharusnya tidak tertunda. (udn)