Rupiah Melemah, Indonesia Jadi Surga Belanja Turis Malaysia
Jakarta, tvOnenews.com - Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing ternyata membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia.
Di tengah kekhawatiran atas pelemahan kurs rupiah, kondisi tersebut justru mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia.
Penguatan nilai tukar ringgit terhadap rupiah membuat daya beli wisatawan Malaysia meningkat saat berlibur di Indonesia. Situasi ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi yang lebih terjangkau bagi wisatawan asal negeri jiran tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka itu meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,16 juta kunjungan.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan. Jumlah tersebut tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 4,33 juta kunjungan.
Malaysia menjadi negara asal wisatawan terbesar dengan 207.957 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Australia sebanyak 157.960 kunjungan, disusul Tiongkok dengan 133.986 kunjungan, Singapura 111.439 kunjungan, dan Timor Leste sebanyak 75.477 kunjungan.
Peningkatan jumlah wisatawan asing turut berdampak positif terhadap penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata. Bank Indonesia mencatat devisa pariwisata pada triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp68,28 triliun.
Nilai tersebut meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 3,81 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp62,29 triliun.
Tidak hanya wisatawan mancanegara, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan tren positif. Pada April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417 juta perjalanan atau tumbuh 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal pekan. Rupiah tercatat berada di level Rp18.110 per dolar Amerika Serikat, melemah 104 poin atau 0,58 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang global, khususnya di kawasan Asia. Sejumlah mata uang regional juga mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat seiring meningkatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar.
Meski demikian, bagi sektor pariwisata, pelemahan rupiah justru memberikan keuntungan tersendiri karena meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata yang lebih terjangkau bagi wisatawan asing.