news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic saat sama-sama masih di Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

Kemampuan Vanja Bukilic Sempat Membuat Pelatih Hyundai Hillstate Terpukau: Seperti Orang Jenius di Bola Voli!

Kemampuan receive Vanja Bukilic pernah mendapat pujian besar dari pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung. Hubungan Megawati dan Bukilic selama membela Red Sparks
Jumat, 15 Mei 2026 - 19:08 WIB
Reporter:
Editor :

Sementara itu, Bukilic kembali menjadi bagian penting Red Sparks bersama pemain asing asal China, Hui Zhong. Klub tersebut juga masih diperkuat sejumlah mantan rekan Mega seperti Yeum Hye Seon, Park Eun Jin, Lee Ji So, dan Park Hye Min.

Duet Megawati dan Bukilic Pernah Jadi Momok Liga Voli Korea

Kilas balik ke musim 2024/2025, kombinasi Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic menjadi salah satu duet paling menakutkan di Liga Voli Korea Putri. Red Sparks menjelma sebagai tim yang sulit dihentikan berkat kekuatan serangan dua pemain asing tersebut.

Megawati, yang mendapat julukan Megatron, tampil luar biasa lewat spike keras dan produktivitas poin yang konsisten. 

Pemain asal Jember itu bahkan berhasil menempati peringkat ketiga daftar pencetak poin terbanyak liga, bersaing dengan deretan pemain asing elite dunia.

Di sisi lain, Bukilic menunjukkan fleksibilitas luar biasa demi mendukung permainan Mega. Ia rela berganti posisi dari opposite spiker menjadi outside hitter agar keseimbangan tim tetap terjaga.

Bukan hanya itu, kemampuan receive Bukilic juga mendapat pujian besar dari pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung.

“Dia menangani penerimaan bola yang sulit sekalipun dengan sangat mudah. Dia benar-benar terlihat seperti seorang jenius bola voli,” puji Kang Sung-hyung dikutip dari The JoongAng.

Performa impresif keduanya membuat Red Sparks sukses menjadi runner-up musim 2024/2025. Banyak pengamat menilai duet Mega-Bukilic menjadi salah satu faktor terbesar kebangkitan klub tersebut.

Hyundai Hillstate Jadi Pertaruhan Baru Megawati

Setelah sukses di Korea, Megawati dan Bukilic sempat mencoba peruntungan di Eropa. Mega bermain di Divisi Kedua Turki, sedangkan Bukilic berkarier di Liga Italia.

Namun perjalanan mereka tidak sepenuhnya berjalan mulus. Megawati hanya bertahan sekitar tiga bulan di Turki sebelum pulang ke Indonesia karena alasan pribadi, panggilan tim nasional, dan proses pemulihan cedera lutut.

Bukilic juga mengalami situasi serupa. Meski mampu menembus 20 besar pencetak poin di Italia, performanya dianggap belum memenuhi ekspektasi publik Eropa.

Karena merasa masih memiliki “urusan yang belum selesai” di Korea, keduanya akhirnya memilih kembali ke V-League.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral