news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pembukaan Ajang 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026.
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Peserta Tembus 1.900 Orang, 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 Jadi Ajang Pembibitan Atlet Renang Indonesia

Antusiasme masyarakat terhadap olahraga renang tunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 yang meriah.
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:35 WIB
Editor :

‎Menurut Harlin, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, kompetisi yang menyasar anak-anak sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi masa depan olahraga renang nasional.

‎*"Pertama-tama saya sangat mengapresiasi event ini yang sudah berlangsung tiga kali. Luar biasa, pesertanya mencapai 1.900 orang,"* kata Harlin.

‎*"Dan ini sangat penting karena memang menjadi cikal bakal pembibitan atlet sejak usia lima hingga 14 tahun,"* sambungnya.

‎Tak hanya itu, penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition juga sejalan dengan kampanye "Ayo Berenang" yang selama ini terus digaungkan PB Akuatik Indonesia. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diharapkan semakin akrab dengan olahraga renang sejak usia dini.

‎Tak hanya berorientasi pada prestasi, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu meningkatkan budaya olahraga di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak anak yang gemar berenang, peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi pun dinilai semakin besar.

‎Pandangan serupa disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman. Ia menilai kompetisi tersebut bukan hanya menjadi wadah pencarian talenta, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap industri olahraga nasional.

‎Menurut Arlan, setiap peserta yang hadir umumnya didampingi anggota keluarga. Situasi itu secara langsung ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.

‎*"Jadi kami melihat bahwa ini bukan hanya soal talent pooling, tetapi juga berkaitan dengan industri olahraga. Hal ini sangat terasa karena anak-anak tentu tidak mungkin datang sendirian, pasti didampingi orang tua,"* ucap Arlan.

‎*"Belum lagi ada yang datang bersama kakek atau neneknya. Di situlah terjadi perputaran ekonomi. Kami melihat olahraga sekarang bukan lagi hanya menjadi cost center, melainkan sudah menjadi revenue center bagi keberlangsungan dan keberlanjutan olahraga,"* tutupnya.

‎(igp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral