- Red Sparks
Ditinggal Megatron, Ko Hee-jin Resmi Mundur dari Red Sparks: Bukan karena Prestasi, Ini Kasus yang Mengguncang Tim
Red Sparks selanjutnya memisahkan pihak-pihak yang terkait dan staf kepelatihan yang diduga terlibat akhirnya meninggalkan klub. Perkara tersebut juga dilaporkan kepada Korean Volleyball Federation (KOVO) dan Sports Ethics Center untuk diperiksa lebih lanjut.
Posisi Ko Hee-jin menjadi sorotan karena ia berada di lokasi acara tersebut. Namun, berdasarkan laporan media Korea, Ko mengatakan dirinya tidak melihat langsung tindakan yang dipermasalahkan.
Meski demikian, sebagai pelatih kepala, ia kemudian mengambil tanggung jawab atas persoalan yang terjadi dalam lingkungan tim. Ko juga telah dinonaktifkan dari aktivitas tim sejak kasus tersebut mencuat pada Mei.
Dengan demikian, pengunduran diri Ko Hee-jin tidak dapat diartikan bahwa dirinya merupakan pelaku pelecehan. Kasus dugaan tindakan tidak pantas tersebut melibatkan staf lain dan proses pemeriksaannya masih berjalan.
Seorang pejabat KOVO juga menyatakan hasil investigasi Sports Ethics Center belum diterima federasi.
"Hasil penyeledikan resmi dari Komite Etik Olahraga belum disampaikan kepada federasi," ucap pejabat KOVO, dilansir NoCutNews.co.kr.
"Segera setelah menerima pemberitahuan, kami berencana untuk menentukan apakah kasus ini akan diajukan ke Komite Disiplin."
Artinya, proses hukum dan disipliner terkait insiden tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Kisah Akhir Ko Hee-jin Bersama Red Sparks?
Mundurnya Ko Hee-jin juga menarik perhatian penggemar Indonesia karena ia memiliki hubungan erat dengan perjalanan Megawati di Liga Voli Korea.
Ko merupakan sosok yang memilih Megawati pada edisi pertama Asian Quarter Draft pada 2023. Saat itu Red Sparks mendapatkan kesempatan memilih di urutan ketiga.
Kepercayaan tersebut kemudian dijawab Megawati melalui performa impresif. Bersama Red Sparks, pemain asal Indonesia itu membantu klub kembali menjadi salah satu kekuatan penting di V-League.
Red Sparks bahkan mampu mencapai final V-League 2024/2025 dan memaksa Incheon Heungkuk Life Pink Spiders memainkan lima pertandingan dalam seri final.
Namun, setelah periode tersebut, Red Sparks mengalami perubahan besar. Megawati memilih tidak memperpanjang kontrak dan akhirnya bergabung dengan Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026/2027.