news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Boccia Indonesia Jajal Venue Asian Para Games 2026 di Nagoya.
Sumber :
  • Istimewa

Boccia Indonesia Bidik Emas Asian Para Games 2026, Andalkan Kekuatan Nomor Tim

Boccia Indonesia menjajal venue Asian Para Games 2026 di Nagoya. Tim optimistis meraih emas nomor tim dan berpeluang menambah medali dari nomor individu.
Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:36 WIB
Reporter:
Editor :

Nagoya, tvOnenews.com - Kontingen boccia Indonesia mulai mempersiapkan diri menghadapi persaingan Asian Para Games 2026 dengan menjajal langsung Nagoya City General Gymnasium, Jepang, Rabu (14/10/2026). Sesi latihan di lokasi pertandingan ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk beradaptasi dengan arena sekaligus memantapkan persiapan sebelum kompetisi dimulai.

Lima atlet yang dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia adalah Muhamad Afrizal Syafa, Handayani, Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana. Mereka menjalani latihan selama 120 menit dengan mengulang berbagai teknik yang sebelumnya diasah selama persiapan di Tanah Air.

Dalam sesi tersebut, tim pelatih memberikan evaluasi terhadap setiap lemparan atlet untuk memastikan teknik yang digunakan semakin optimal. Di saat bersamaan, para atlet juga dapat mengamati persiapan peserta dari negara lain yang berlatih di arena yang sama.

 


Boccia Indonesia Jajal Venue Asian Para Games 2026 di Nagoya. (Sumber: Istimewa)

 

 

Koordinator Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menilai para atlet memiliki modal yang cukup untuk bersaing dalam ajang olahraga empat tahunan tersebut. Keyakinannya semakin kuat setelah tim Indonesia berhasil menyapu bersih gelar juara umum dalam tiga kejuaraan yang diikuti sebelum bertolak ke Nagoya.

Islah, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Indonesia membidik setidaknya satu medali emas, menyamai pencapaian pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou. Ia berharap hasil positif selama rangkaian uji coba dapat menjadi bekal untuk memenuhi target tersebut, bahkan melampauinya.

"Targetnya masih sama satu emas seperti di Hangzhou (Asian Para Games 2022) kemarin. Mudah-mudahan dengan kami melihat persiapan selama try out selalu jadi juara umum, mudah-mudahan ini bisa mencapai target atau lebih dari yang diharapkan," ujar Islah, Rabu (14/10/2026).

Untuk mencapai sasaran tersebut, Indonesia membagi kekuatan atlet ke dalam dua kategori pertandingan. Muhamad Afrizal Syafa dan Handayani akan turun di kategori BC1, sedangkan Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana memperkuat tim pada kategori BC2.

Islah menempatkan nomor tim sebagai peluang utama Indonesia untuk meraih medali emas. Menurutnya, kekuatan kolektif para atlet menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan dalam persaingan di Nagoya, terlebih dengan sistem pertandingan yang diterapkan pada edisi kali ini.

"Target emas kami di nomor tim, karena di tim kami memang kuat. Apalagi posisinya di Nagoya ini sistem pertandinannya masih sistem lama. Kalau seandainya sistemnya pakai sistem baru sudah yakinlah kami ambil," tutur Islah.

Di luar nomor tim, peluang Indonesia juga terbuka melalui pertandingan individu BC1 putra dan putri. Islah menyebut Muhamad Afrizal Syafa dan Handayani sebagai dua atlet yang berpotensi menyumbangkan hasil terbaik bagi Merah Putih.

Sementara itu, persaingan di kategori BC2 diperkirakan lebih menantang. Pada sektor putra, Indonesia perlu mewaspadai dua atlet Thailand, sedangkan wakil Hong Kong menjadi salah satu pesaing yang patut diperhitungkan di sektor putri berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya.

"BC1 juga masih peluang. Putra-putri BC 1 peluang banget, Afrizal sama Handayani. Kalau BC2 putra masih ada duo Thailand yang agak berat, dan BC 2 putri ada wakil Hongkong yang kemarin waktu terakhir try out kami kalah," lanjut dia.

Meski mengusung target medali, tim pelatih berupaya menjaga agar para atlet tetap fokus pada penampilan masing-masing. Islah menjelaskan bahwa hasil Asian Para Games 2026 tidak berpengaruh terhadap perebutan satu tempat di Paralimpiade Los Angeles 2028. Karena itu, ia meminta anak asuhnya bertanding dengan maksimal tanpa terbebani tekanan berlebihan.

"Kami tidak ada beban, dan kami juga targetkan pada anak-anak yang penting kamu latihan, main bagus karena demi bangsa dan negara," tegasnya.

Optimisme serupa disampaikan Handayani. Atlet asal Banten tersebut menyatakan siap menghadapi pertandingan dan berusaha menembus podium tertinggi di kategori BC1 putri. Ia juga telah memiliki gambaran mengenai kekuatan sejumlah lawan yang akan dihadapinya.

Bagi Handayani, kemampuan menjaga konsentrasi selama pertandingan menjadi salah satu penentu keberhasilan. Ia menilai pengendalian diri, ketenangan, serta penerapan strategi yang sesuai akan berperan penting dalam menghadapi persaingan di tingkat Asia.

"Targetnya podium terbaik. Semoga emas, pokoknya podium dulu. Tantangan ada di diri sendiri. Harus bisa manajemen diri sendiri, yang penting ketenangan, fokus, dan strategi harus pas. Untuk lawan terberat sementara ini mungkin baru Singapura," ujar Handayani.

Sebelum pertandingan dimulai, para peserta boccia dijadwalkan mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Kamis (15/10/2026) siang. Agenda ini akan membahas sejumlah ketentuan pertandingan sekaligus menentukan lawan yang bakal dihadapi para atlet.

Pertandingan boccia Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (16/10/2026). Dengan persiapan yang telah dijalani dan hasil uji coba yang menjanjikan, kontingen Indonesia berharap dapat tampil maksimal serta membawa pulang medali emas dari Nagoya.

(anf)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral