- olympics.com
Gagal di Olimpiade Paris, Lifter Idola Rizki Juniansyah Pertimbangkan Pensiun
Jakarta, tvOnenews.com - Lifter putra kebanggaan China, Shi Zhiyong, mempertimbangkan pensiun seusai kalah bersaing dengan Rizki Juniansyah di cabang olahraga angkat besi Olimpiade Paris 2024.
Shi Zhiyong bersama Rizki Juniansyah turun di kelas 73 kilogram. Berbagai pihak pun menjagokan lifter China berusia 30 itu karena berbekal rekor angkatan 356 kilogram.
Selain itu, Shi Zhiyong juga membuat lawan-lawannya inferior karena berstatus peraih medali emas Olimpiade 2016 dan 2020.
Shi Zhiyong pun memperlihatkan kemampuannya dalam angkatan snatch di Olimpiade Paris. Dia mencatatkan 165 kilogram, hanya kurang 1 kilogram dari rekor Olimpiade yang dipegangnya.
Meski gagal memecahkan rekor Olimpiade menjadi 168 kilogram di usaha ketiga, Shi Zhiyong sejatinya unggul atas Rizki dan lifter Kolombia, Luis Mosquera.
Rizki dan Luis hanya menorehkan total angkatan 155 kilogram, terpaut 10 dari pencapaian Shi Zhiyong.
Akan tetapi, Shi Zhiyong mengalami kegagalan di angkatan clean and jerk. Lifter idola Rizki Juniansyah itu tiga kali gagal melakukan angkatan 191 kilogram.
Adapun Rizki Juniansyah justru yang impresif di clean and jerk. Lifter 21 tahun itu sukses dua kali melakukan angkatan 191kg dan 199kg.
"Saya minta maaf untuk semua tim angkat besi China. Semua orang percaya kepada saya yang dibuktikan lewat dukungan yang sangat hebat," kata Shi dikutip Ecns.cn, Jumat (9/8/2024).
"Saya agak terlalu terburu-buru pada percobaan pertama di clean and jerk. Setelah gagal pada upaya kedua, saya agak bingung. Kemudian di upaya ketiga, otot adduktor saya kemungkinan robek karena saya mendengar bunyi ‘letupan’,” lanjut dia.
Setelah gagal di Olimpiade Paris, Shi mempertimbangkan pensiun dari angkat besi. Usianya yang lebih dari 30 tahun menjadi alasan utama.
"Saya telah berlatih selama 21 tahun. Sekarang hanya ingin meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama keluarga,” kata Shi Zhiyong. (mir)