- KOVO
Top 3 Sport: Pink Spiders Datangkan Pesaing Mega, Pevoli Termahal Korea Bicarakan Spike Megatron, Tanggapan Megawati Hangestri soal Hijab
Kemampuannya itu bakal menjadi ujian baru bagi Red Sparks dan Megawati Hangestri, mengingat pertemuan terakhir Pink Spiders takluk dengan skor 3-1 (22-25,23-25,25-14 dan 22-25).
Red Sparks dan Megawati Hangestri dalam tren positif usai meraih delapan kemenangan beruntun, sekaligus menyamai rekor klub yang sudah bertahan 16 tahun.
Pevoli berusia 27 tahun, Matejko memiliki pengalaman segudang event Internasional dengan bermain di Liga-liga besar Eropa seperti Prancis, Belgia, Spanyol dan Polandia.
Sebelum pindah ke Korea, Marta Matejko bermain sebagai starter di klub CSM Volei, Liga Rumania pada musim 2024-2025.
Dia bahkan berhasil mencatatkan skor tertinggi dalam sisi serangan dan pemblokiran.
Menurut laporan media Korea, Marta Matejko menarik perhatian klub Pink Spiders saat uji coba pemain asing yang digelar di Turki pada Mei tahun lalu.
"Dengan tinggi badan 198 cm, ia menjadi pemain yang paling tinggi di antara pemain peserta," tulis The Spike.
Marta Matejko tidak dipilih oleh klub-klub V-League di Turki. Namun, berhubung Tutku mengalami cedera pada pertandingan Jung Kwan Jang Red Sparks vs Pink Spiders pada tanggal 17 Desember.
Baca selengkapnya:Pelatih Pink Spiders Beri Pengakuan Jujur soal Rival Baru Megawati Hangestri, Singgung Senjata Baru
Pevoli Korea Bernilai 9,2 Miliar Bicarakan Spike Keras Megawati Hangestri
Megawati Hangestri menjadi salah satu pemain fenomenal di V league yang sukses mencuri perhatian para penggemar voli di Korea sejak musim lalu.
Bagaimana tidak, Megawati Hangestri langsung menjadi bintang dan pemain andalan Red Sparks di musim pertamanya.
Bersama Giovanna Milana, Mega menjadi aktor penting dibalik kesuksesan Red Sparks melaju ke babak play off V league setelah absen selama 7 musim.
Selain itu, penampilan Megawati Hangestri bersama Red Sparks musim lalu pun kerap mencuri perhatian.
Salah satunya, spike "Gledek" Megawati Hangestri yang sudah memakan banyak korban di V league musim lalu.
Mulai dari bintang voli Korea, Lee Da-hyeon yang jadi korban pertama hingga pemain elite V league bernilai 9,2 Miliar, Park Jeong-ah pernah merasakan headshot Megatron.