- KOVO
Antara Red Sparks dan Hillstate, Media Korea Sebut Satu-satunya Tim yang Berhasil Amankan Peringkat Dua Liga Voli Korea Bergantung pada Beomsil
Jakarta, tvOnenews.com - Media Korea Selatna, Hans Biz membongkar peluang Red Sparks dan Hyundai E&C Hillstate demi mengamankan peringkat dua klasemen akhir Liga Voli Korea 2024-2025.
Pink Spiders sudah hampir pasti menjadi juara seri reguler Liga Voli Korea dan menunggu lawan di babak grand final.
Namun aksi saling susul terjadi di akhir putaran lima masih diperkirakan terjadi dengan persaingan ketat Hyundai E&C Hillstate dan Red Sparks.
Hanya memiliki selisih satu poin, dimana Hillstate memiliki 56 poin dan Red Sparks 55 poin, maka Hans Biz menyebut satu-satunya tim yang bisa amankan peringkat dua klasemen akhir Liga Voli Korea 2024-2025 bergantung pada beomsil.
Beomsil merupakan istilah error dalam Liga Voli Korea. Dimana poin lawan akibat kesalahan sendiri yang berasal dari error akan menjadi keuntungan besar di masa-masa akhir seri reguler ini.
"Hillstate rata-rata membuat 16,3 beomsil (error) per pertandingan, namun pelatih Kang Sung-hyung tampaknya kecewa dengan error yang dilakukan oleh timnya," tulis laporan Hans Biz.
Media tersebut pun mengutip bagaimana Kang Sung-hyung memberikan patokan bahwa error menjadi sesuatu yang bisa menjadi bom bunuh diri bagi tim kapan saja.
Di sisi lain, Red Sparks justru memiliki angka beomsil terbanyak dengan 22,9 error per pertandingan.
"Red Sparks perlu fokus untuk mengumpulkan sebanyak mungkin poin di sisa musim dan mengurangi error untuk dapat mengembalikkan keadaan," tulis laporan tersebut.
Hans Biz pun menyinggung bagaimana Red Sparks gagal menyalip Hillstate ketika melakukan kesalahan sampai 31 kali error ketika menantang Korea Expressway Hi-Pass.
Meski menang, Megawati Hangestri cs terpaksa memberikan poin gratis pada Hi-Pass yang membuat mereka gagal menyalip Hillstate.
Red Sparks sadar atas beomsil tersebut bisa menjadi kerugian paling besar dalam tim.
Di atas kertas misalnya, Red Sparks lebih banyak mencatatkan kemenangan dengan 20 kali menang dan delapan kali kalah namun hanya bisa mencatatkan 55 poin.
Sementara itu, Hillstate memiliki 18 kemenangan dan delapan kekelahan. Namun Lee Da-hyun cs bisa bertahan di posisi dua karena memiliki kemenangan straight set lebih banyak dari Red Sparks.
Meski sama-sama bermain di play off, ada keuntungan besar yang dimiliki oleh tim berposisi dua klasemen akhir.
Tim yang ada di posisi dua akan lebih dahulu bermain tandang dan jika bermain di tiga pertandingan maka laga ketiga akan berlangsung di kandang yang membuat lebih banyak benefit daripada tertahan di posisi tiga. (hfp)