- Kolase tvOnenews/KOVO
Reaksi Red Sparks Hingga Ratu Voli Korea Saat Sahabat Megawati Hangestri Terpaksa Pensiun
Jakarta, tvOnenews.com - Reaksi Red Sparks hingga Ratu Voli Korea ketika sahabat Megawati Hangestri, Pyo Seung-ju terpaksa pensiun.
Pyo Seung-ju gagal mendapatkan klub baru setelah masuk dalam daftar pemain bebas agen untuk Liga Voli Korea.
Sebenarnya Pyo Seung-ju dipertahankan oleh Red Sparks, namun sang pemain memilih untuk mencari klub baru agar bisa dekat dengan suaminya.
Sayangnya, Pyo Seung-ju gagal bernegosiasi hingga ditutupnya masa bursa transfer pemain dan menjadi satu-satunya pemain dari daftar bebas agen yang tidak mendapatkan klub.
Negosiasi bersama Red Sparks pun tak berjalan dengan bai.
Hal ini membuat KOVO melarang Pyo Seung-ju bermain di Liga Voli Korea 2025-2026 karena masih berstatus bebas agen sampai musim depan.
Sampai akhirnya, Pyo Seung-ju memutuskan untuk pensiun dini di usia 33 tahun setelah 15 tahun berkarir di Liga Voli Korea.
Dia mengumumkan keputusan pensiunnya melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (24/4/2025).
Dukungan pun diberikan pemain Red Sparks untuk pemain veteran tersebut.
"Seung-ju unnie, anda telah bekerja keras, sebuah kehormatan dan kebahagiaan bisa bermain dengan anda," kata pemain Red Sparks, Ahn Ye-rim.
Jeong Ho-young pun turut melepas seniornya yang sama-sama membawa Red Sparks ke final Liga Voli Korea untuk pertama kalinya sejak 13 tahun lalu.
"Terima kasih telah bekerja keras, saya berharap kebahagiaanmu tiap hari, saya cinta kamu," kata Jeong Ho-young.
Bahkan mantan pemain Red Sparks yang juga sudah pensiun, Han Song-yi turut mengomentari unggahan tersebut.
"Terima kasih sudah bekerja keras, saya tahu kamu sejak awal dimana kamu bekerja lebih keras dibandingkan orang lain," kata Han Song-yi.
"Terlalu banyak yang disayangkan tapi saya yakin kamu akan mendapatkan kehidupan yang indah, saya selalu memberi semangat untukmu," kata Han Song-yi.
Berbeda dari para pemain Red Sparks yang memberikan dukungan untuk Pyo Seung-ju, Ratu Voli Korea Kim Yeong-Kyung justru mengkritik kebijakan bebas agen yang memang menjadi bumerang bagi pemain lokal.