- Instagram @petro_voli
Megawati Hangestri Mulai Dilupakan? Media Korea Selatan Soroti Tajam Penampilan Megatron di Proliga 2025: Dia Tidak Bermain dengan Baik
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan Indonesia, kembali jadi sorotan.
Kali ini bukan karena aksi gemilangnya di lapangan, melainkan karena reaksi emosionalnya terhadap kritik pedas warganet atas performanya di Proliga 2025.
Ledakan emosi Megawati saat siaran langsung di TikTok bahkan menarik perhatian media Korea Selatan, SportsKhan.
- KOVO
Saat membela Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di babak final four Proliga 2025, performa Megawati dinilai jauh dari kata memuaskan.
Banyak penggemar menilai penampilannya tak sebaik ketika ia menjadi mesin poin utama Red Sparks, klub yang ia bawa ke final Liga Voli Korea musim 2024–2025.
Namun, publik tampaknya belum tahu bahwa kondisi fisik Megawati masih belum pulih sepenuhnya.
Cedera lutut yang ia alami saat membela Red Sparks di babak playoff V-League membuatnya nyaris tak berlatih selama hampir tiga pekan sebelum kembali ke Indonesia.
Dalam siaran langsungnya di TikTok, Megawati meluapkan kekesalan atas penilaian sepihak warganet.
“Saya gak pernah latihan 20 hari, baru latihan sehari terus disuruh main bagus kayak di Korea Selatan yang latihan tiga bulan,” tegas Mega.
- Tangkapan Layar TikTok
Ia juga menambahkan dengan nada kesal: “Meletup emosiku, makanya kalau menilai itu jangan setengah-setengah,”
Megawati hanya tampil penuh saat Petrokimia menghadapi Jakarta Pertamina Enduro, di mana ia mencetak 16 poin.
Sementara di laga terakhir melawan Jakarta Electric PLN, ia hanya dimainkan sebentar.
Hasilnya, Gresik Petrokimia gagal lolos ke final setelah hanya menempati posisi ketiga di klasemen final four, kalah dari Pertamina Enduro dan Popsivo Polwan.
- Instagram/Petrovoli
Media Korea SportsKhan pun ikut mengulas situasi ini. Dalam laporannya, mereka menyebut Megawati menunjukkan kemarahan akibat kritikan penggemar terhadap performanya di Proliga 2025.
SportsKhan menjelaskan bahwa Mega mengalami cedera lutut saat babak post-season V-League dan belum mendapat waktu latihan yang cukup setelah kembali ke Tanah Air.
“Megawati mengalami cedera lutut saat post-season V-League, dia tidak dapat berlatih secara normal setelah bergabung dengan tim,” tulis SportsKhan dalam laporannya.
Media itu juga menyoroti kontras performa Megawati di Korea dan di Indonesia.
- KOVO
Di Red Sparks, Mega dikenal sebagai ujung tombak dengan rata-rata poin tinggi, berlatih secara intensif di bawah sistem liga profesional.
Sebaliknya, di Proliga, ia hanya sempat berlatih satu hari sebelum diturunkan ke lapangan.
“Faktanya, Mega tidak dapat bermain dengan baik selama final four, Petrokimia kesulitan di 4 seri terakhir karena dia tidak bermain dengan baik," sambung media Korea itu.
Bahkan saat kontraknya diumumkan oleh Petrokimia, pihak klub sempat berjanji akan mendukung penuh pemulihan Mega.
Namun kenyataannya, waktu yang tersedia terlalu sempit untuk kembali ke performa puncak.
- Instagram @petro_voli
Hal inilah yang menyebabkan penampilan Megawati tampak menurun dan menuai kritik.
Padahal, konteks sebenarnya sangat kompleks, dia bermain dalam kondisi belum bugar, dengan persiapan minim, dan tekanan besar dari ekspektasi publik.
Sorotan media Korea terhadap insiden ini memperlihatkan betapa besarnya perhatian yang diberikan pada Megawati, termasuk saat ia kembali ke liga domestik.
Ini juga menjadi cerminan tekanan yang dihadapi para atlet ketika ekspektasi tinggi tidak disertai pemahaman akan kondisi sebenarnya.
Meski tak bersinar di Proliga 2025, reputasi Megawati di kancah internasional tetap tak terbantahkan.
Ia sudah membuktikan kelasnya di Liga Korea dan menjadi salah satu ikon voli Asia Tenggara.
Apakah Megawati akan kembali membungkam kritik dengan prestasi luar biasa di musim depan? Kita nantikan comeback-nya yang lebih kuat! (udn/asl)