- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa/aa
Red Sparks Kehilangan Arah usai Megawati Hangestri Hengkang, Media Korea Akui Rekrutan Baru Tak Sebanding
tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali ramai diperbincangkan di kalangan volimania Korea Selatan.
Namun kali ini, gaung namanya bukan dipicu oleh bantahan soal rumor comeback ke V-League, melainkan oleh keterpurukan mantan klubnya, Red Sparks, yang tampil jauh dari ekspektasi musim ini.
Performa Red Sparks yang merosot tajam membuat publik Korea kembali menoleh ke musim lalu, saat klub asal Daejeon itu masih menjadi kekuatan menakutkan di V-League.
- KOVO
Perbandingan pun tak terelakkan, terutama setelah kepergian Megawati Hangestri bersama dua pilar utama lainnya.
Pada V-League musim sebelumnya, Red Sparks tampil impresif.
Mereka finis sebagai runner-up dan nyaris mengangkat trofi juara andai mampu menundukkan Pink Spiders dalam laga final lima set. Kala itu, Red Sparks dikenal memiliki serangan yang agresif dan stabil.
Namun situasi musim ini berbanding terbalik hampir 180 derajat. Pyo Seung-ju, Vanja Bukilic, dan Megawati Hangestri, trio yang menjadi tulang punggung tim memilih hengkang di akhir musim.
- Red Sparks
Pelatih Ko Hee-jin mencoba merespons perubahan besar itu dengan mendatangkan Elisa Zanette dan Wipawee Srithong.
Akan tetapi, Wipawee kemudian digantikan oleh Jamiyanpurev Enkhsoyol, menandakan proses adaptasi yang belum berjalan mulus.
Alih-alih membaik, performa Red Sparks justru semakin terpuruk. Transformasi skuad yang diharapkan menjadi solusi malah menjadi titik awal kemunduran tim.
Hingga jeda paruh pertama musim, Red Sparks hanya mengoleksi 14 poin dari 5 kemenangan dan 11 kekalahan, yang membuat Yeum Hye-seon dan kawan-kawan terbenam di dasar klasemen V-League.
- Instagram.com/red_sparks
Performa Red Sparks dalam beberapa pekan terakhir juga mengkhawatirkan.
Dari tujuh pertandingan terakhir, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan enam kekalahan.
Situasi ini diperparah dengan cedera panjang yang dialami sang kapten, Yeum Hye-seon.
Meski telah kembali bermain saat menghadapi Hyundai Hillstate pada Kamis (25/12), performanya belum sepenuhnya pulih dan belum mampu mengangkat performa tim.
- Facebook/Red Sparks
Kondisi inilah yang membuat media Korea Selatan kembali mengungkit kejayaan Red Sparks musim lalu.
Media My Daily secara gamblang menilai bahwa Red Sparks kehilangan arah setelah ditinggal pemain-pemain kunci.
“Jeonggwanjang (Red Sparks) telah menikmati penampilan yang kuat selama dua musim terakhir, mencapai babak playoff 2023-2024 dan menjadi runner-up di final kejuaraan 2024-2025,” tulis My Daily.
“Namun, musim ini, mereka berjuang di posisi terbawah klasemen. Ini jelas mengecewakan. Bahkan dengan kepergian Pyo Seung-ju, Megawati Pertiwi dan Vanja Bukilic, kekecewaan tetap terasa,” lanjut laporan tersebut.
Sementara itu, Megawati Hangestri sebelumnya telah menepis keras kabar yang menyebut dirinya akan kembali ke V-League musim depan. Ia meminta publik tidak mudah termakan rumor media.
“Jangan mudah percaya apa pun di berita kecuali dari mulut aku sendiri,” tulis Megawati melalui Instagram Stories pada Rabu (17/12).
Kini, tanpa kembali ke Korea pun, nama Megawati Hangestri tetap menggema.
Keterpurukan Red Sparks justru menjadi bukti betapa besar pengaruh opposite asal Indonesia itu dalam kejayaan klub pada musim-musim sebelumnya. (han/asl)