news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri vs Kim Yeon-koung di laga Red Sparks melawan Pink Spiders..
Sumber :
  • KOVO

Meski Tak Separah Red Sparks, Ini Dua Biang Kerok Turunnya Performa Pink Spiders di V-League 2025/2026

Musim V-League 2025/2026 menjadi periode yang tak mudah bagi Pink Spiders. Meski tidak sampai terpuruk seperti Red Sparks, performa juara bertahan itu tetap.
Minggu, 22 Februari 2026 - 05:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Musim Liga Voli Korea 2025/2026 menghadirkan kejutan besar bagi para penggemar. Dua tim papan atas musim lalu, Red Sparks dan Pink Spiders, mengalami penurunan performa signifikan setelah ditinggal pemain bintang masing-masing, Megawati Hangestri Pertiwi dan Kim Yeon-koung.

Dampaknya terasa nyata di papan klasemen: Red Sparks terjerembap ke dasar klasemen, sementara Pink Spiders harus bekerja keras untuk kembali ke posisi tiga besar.

Pada laga tandang Rabu (18/2/2026), Red Sparks kalah dramatis 2-3 dari AI Peppers dengan skor 25-17, 25-19, 21-25, 22-25, dan 15-5.

Red Sparks di Liga Voli Korea 2025/2026
Sumber :
  • Red Sparks

Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif mereka menjadi 11 kekalahan beruntun. Kini Red Sparks menghuni peringkat ketujuh atau juru kunci dengan 20 poin, hasil dari enam kemenangan dan 24 kekalahan dalam 30 pertandingan.

Kondisi ini terbilang mengejutkan. Sejak era profesional Liga Voli Korea dimulai pada musim 2018-2019, Red Sparks belum pernah finis di posisi terbawah.

Dalam dua musim terakhir saat masih diperkuat Megawati Hangestri, mereka bahkan tampil sebagai penantang serius perebutan gelar juara.

Namun penurunan tak hanya dialami Red Sparks. Pink Spiders, juara V-League 2024/2025, juga menunjukkan inkonsistensi sepanjang musim ini.

Saat ini Pink Spiders berada di peringkat ketiga dengan 17 kemenangan, 13 kekalahan, dan 53 poin. Mereka terpaut tiga poin dari Hyundai Hillstate di posisi kedua, serta enam poin dari pemuncak klasemen Korea Expressway Hi-Pass.

Berikut 2 faktor yang membuat Pink Spiders performanya menurun

  • Ditinggal Sosok Kim Yeon-koung dan Marcello Abondanzá
Skuad Pink Spiders usai ditinggal Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung.
Sumber :
  • Instagram/hkpinkspiders

Salah satu faktor utama merosotnya performa Pink Spiders adalah perginya figur sentral tim. Pensiunnya Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung serta berakhirnya era kepelatihan Marcello Abondanzá memunculkan banyak keraguan.

Penunjukan Tomoko Yoshihara sebagai pelatih kepala baru sempat disambut skeptisisme di kalangan penggemar.

Bahkan, muncul julukan bernada sindiran dari sebagian penggemar, yakni “Sekolah Menengah Atas Putri Heungkuk”.

Meski menghadapi tekanan besar, Yoshihara perlahan membangun ulang fondasi tim. Pink Spiders sempat terpuruk dengan empat kekalahan beruntun di awal musim dan turun ke posisi keenam.

Namun berkat penyesuaian strategi dan dua kemenangan beruntun baru-baru ini, mereka mampu naik ke peringkat ketiga. Kebangkitan ini bahkan dijuluki sebagai “Keajaiban Yoshihara” oleh media Korea.

  • Tak Ada Pemain yang Berjiwa Kepemimpinan

Faktor kedua adalah absennya sosok pemimpin di lapangan. Sejak ditinggal Kim Yeon-koung, Pink Spiders tampak kehilangan ruh permainan yang selama ini menjadi identitas mereka sebagai tim juara bertahan.

Komposisi skuad saat ini didominasi pemain muda. Meski memiliki potensi, mereka dinilai belum memiliki kharisma dan daya saing setingkat Kim Yeon-koung. Kehadiran Kim Su-ji memang memberi pengalaman, tetapi sebagai middle blocker, perannya lebih fokus pada pertahanan dan blok, bukan sebagai mesin utama pendulang poin.

Klasemen V-League 2025/2026

Persaingan papan atas musim ini juga menghadirkan kejutan. Korea Expressway Hi-Pass yang musim lalu tampil medioker, kini memimpin klasemen dengan 59 poin dari 21 kemenangan dan 9 kekalahan.

Hyundai Hillstate membuntuti di posisi kedua dengan 56 poin (19 menang, 11 kalah).

Pink Spiders berada di peringkat ketiga dengan 53 poin (17 menang, 13 kalah).

Sementara itu, GS Caltex menempati posisi keempat dengan 45 poin, diikuti IBK Altos di peringkat kelima (44 poin), AI Peppers di posisi keenam (38 poin), dan Red Sparks di dasar klasemen dengan 20 poin dari 6 kemenangan dan 24 kekalahan dalam 30 laga.

Secara keseluruhan, meski tidak separah Red Sparks, performa Pink Spiders musim ini jelas belum seimpresif musim sebelumnya.

Perubahan komposisi pemain dan hilangnya figur kepemimpinan menjadi dua faktor utama yang membuat mereka belum kembali tampil “segacor” musim lalu. (ind)


 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral