- Dokumentasi tvOnenews.com
Atlet Kickboxing Indonesia Jadi Korban Pelecehan Seksual Ketua KBI Jawa Timur, Akui Sudah Pendam Kejadian Sejak Lama
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia olahraga Indonesia kembali diguncang kabar mengejutkan, setelah atlet kickboxing wanita yakni Viona Amalia Putri menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Ketua Kickboxing Jawa Timur.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Viona Amalia Putri melalui akun Instagram pribadinya @viona_dinda pada Selasa (10/3/2026) siang WIB.
Meski tak mudah, atlet yang akrab disapa Viona atau Dinda ini akhirnya berani bercerita bahwa dirinya menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh pelatih sekaligus Ketua Umum Kickboxing Indonesia Jawa Timur berinisial WPC.
Dinda mengatakan bahwa dirinya sudah memendam kejadian ini sejak lama, namun ia sempat takut bersuara mengingat pelaku memiliki jabatan sedangkan dirinya hanya seorang atlet. Namun ia tak menyerah, dan terus dengan berani berusaha dan mencari keadilan.
"Aku memendam kejadian ini sejak lama… Aku takut bersuara karena dia adalah Ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat. Sekarang, aku memilih bersuara. Bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi untuk semua yang pernah menjadi korban. Keberanian itu memang sulit, tapi kebenaran harus didengar," tulis Viona.
"Aku juga belajar satu hal penting: menjadi juara tidak berarti harus mengorbankan harga diri. Banyak juara, bahkan juara Olimpiade, meraih prestasi tanpa kehilangan integritas dan martabat. Aku ingin menunjukkan bahwa prestasi dan keberanian berjalan bersama." jelasnya.
Kemudian dalam ungguhannya, Viona Amalia Putri juga menjelaskan bahwa dirinya sudah sempat melaporkan kejadian tersebut kepada manajer Timnas Kickboxing Indonesia pada 2024. Ia kemudian disarankan untuk langsung lapor ke polisi.
Lalu Viona membawanya ke ranah hukum pada Januari 2025, namun kepolisian baru resmi menetapkan WPC sebagai tersangka pada Februari 2026 lalu..
Berikut curhatan Viona Amalia Putri soal kasus pelecehan seksual yang dialaminya:
"Aku diam bukan karena kalah. Aku diam karena sedang mempersiapkan kemenangan, dan saat ini aku menjadi juara, dunia akan mendegar kisah yang selama ini kupendam.
Pada 2024, saya pertama kali bercerita kepada Wakil Sekjen PPKBI. Kemudian saya melapor juga kepada Manajer dan Coach Timnas. Sejak itu, kasus ini sudah hampir 2 tahun berlalu.
Manager menyarankan saya untuk langsung melapor ke Polisi, PPKBI, NOC, dan KONI Jatim, dan beliau follow up ke PPKBI agar kasus ini segera ditangani.
Pada Januari 2025, saya pertama kali melaporkan kasus pelecehan yang saya alami secara internal melalui surat kepada Ketua Umum PPKBI Indonesia. Saya percaya organisasi akan melindungi atletnya.
Saya baru dipanggil untuk sidang kode etik pada 25 Juni 2025. Dan hasilnya.. TIDAK ADA SANKSI kepada pelaku.
Pelaku tetap menjabat sebagai Ketua Umum Kickboxing Provinsi Jawa Timur dan masih bebas berada di lingkungan olahraga.
Saya juga melaporkan kasus ini ke KONI Ngawi serta sempat dipanggil untuk mediasi oleh KONI Jawa Timur, dengan harapan ada tindakan tegas dari organisasi olahraga.
Namun lagi-lagi, tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Bahkan saat itu muncul isu bahwa saya memfitnah pelaku.
Karena tidak mendapatkan perlindungan dan kejelasan dari PPKBI, akhirnya saya memutuskan melaporkan kasus ini ke Polda pada 8 Juli 2025. Saya hanya bisa menunggu... menunggu keadilan yang terasa sangat lama.
Sampai akhirnya pada 12 Februari 2026, pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka. Baru setelah itu, pada 24 Februari 2026, PPKBI mengeluarkan surat penonaktifan terhadap pelaku.
Yang paling menyakitkan bagi saya adalah satu hal: seandainya sejak awal ada tindakan tegas, mungkin tidak akan ada korban lain.
KEPADA PARA ATLET PEREMPUAN, MIMPI KALIAN BERHARGA. JANGAN BIARKAN SIAPAPUN MERUSAK MIMPI ITU DENGAN PERILAKU YANG TIDAK PANTAS. BERANI MENJAGA DIRI DAN BERANI BERSUARA." tulis Viona Amalia Putri.
(nad)