- KOVO
Sebelum Red Sparks Terpuruk, Megawati Hangestri Pernah Bikin Legenda Voli Korea Terpukau: Dia Punya Kemampuan
tvOnenews.com - Kegemilangan Megawati Hangestri saat memperkuat Red Sparks mendapat sorotan dari legenda voli Korea, Han Yoo-mi, yang pernah berlaga di Olimpiade bersama Kim Yeon-koung, Ratu Voli Korea.
Megawati Hangestri memperkuat Red Sparks selama dua musim sejak debutnya di 2023/2024, dengan tandem berbeda di setiap musim, yakni Giovanna Milana dan Vanja Bukilic pada musim kedua.
Julukan “Megatron” langsung mencuri perhatian bagi volimania Korea, termasuk bagi Kim Yeon-koung, saat menghadapi serangan keras dan teknik tipuannya. Beberapa middle blocker Pink Spiders pun kesulitan menghadang spike “petir” Megawati.
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Instagram/redsparks
Meski kini Megawati bermain di Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro, warisannya bagi Red Sparks tetap dikenang.
Di bawah pengaruhnya, tim berjuluk Red Force berhasil lolos playoff secara beruntun dan menjadi tim yang diperhitungkan, bahkan hampir menaklukkan Pink Spiders di final Liga Voli Korea 2024/2025 yang digelar hingga lima game.
Sementara itu, Han Yoo-mi, mantan pevoli timnas Korea Selatan dan Red Sparks (2011-2012), kini menjabat sebagai asisten pelatih timnas voli putri Korea Selatan. Ia mengomentari performa Megawati sebagai Opposite Hitter:
"Hari ini Yasmin keluar bermain sebagai Outside Hitter, lalu walau sempat mengalami kesulitan lantaran serangan balik dari Yasmin, tapi Gia dan Mega bertahan dengan baik dari awal sampai akhir permainan. Selain itu, Lee So-young juga memainkan perannya dengan baik," ujar Han Yoo-mi, dilansir dari Am Station.
Menurutnya, kedua tim saat itu hanya mengandalkan kekuatan serangan tanpa banyak variasi.
“Dari Peppers hanya menaruh ekspektasi tinggi pada Yasmin. Jung Kwan Jang Red Sparks memiliki dua pemain yang dapat dipercaya, Mega dan Gia mampu menunjukkan kekuatan mereka. Lalu Lee So-young di akhir bisa bermain bagus,” tambahnya.
Han Yoo-mi juga menyoroti catatan Megawati di pertandingan, termasuk 22 poin dengan hanya lima kesalahan dan tingkat keberhasilan serangan 54 persen.
Salah satu momen menonjol adalah teknik smash tipuan (feint) Megawati di poin-poin genting.
“Yang paling terlihat adalah Mega banyak menunjukkan spike lurus, dan feint (tipuan), terutama di akhir-akhir ini, ia sering menggunakan feint,” ucap Han Yoo-mi.
Tingkat keberhasilan serangan tipuan Megawati meningkat dari 23 persen di putaran 1–4 menjadi 48 persen di putaran kelima pertandingan ke-13. Kombinasi serangan Mega dan Gia dianggap efektif. (ind)