news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aksi spike keras Megawati Hangestri saat pertandingan Red Sparks melawan GS Caltex..
Sumber :
  • KOVO

Tak Ada Megawati Hangestri, Pemain Korea Ini Justru Makin Bersinar di V-League

Tanpa Megawati Hangestri, Kang So-hwi justru tampil menonjol di Liga Voli Korea, membawa Korea Expressway Hi-Pass juara musim reguler dan membuktikan kemampuan.
Rabu, 18 Maret 2026 - 04:39 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Saat Megawati Hangestri masih membela Red Sparks, pencapaiannya berhasil menyaingi beberapa pemain domestik Korea yang berstatus bergaji tinggi namun minim prestasi.

Pada musim pertamanya di Liga Voli Korea (V-League), Megawati – yang dijuluki “Megatron” – bahkan sempat membuat frustrasi Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung, dalam laga Red Sparks melawan Pink Spiders.

Meski awalnya diremehkan karena berasal dari Asia Tenggara, Megawati perlahan membawa Red Sparks yang sebelumnya tim medioker untuk lolos ke play-off V-League untuk pertama kalinya sejak 2011, setelah menempati posisi ketiga di babak penyisihan.

Megawati Hangestri, Vanja Bukilic dan Giovanna Milana saat berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews / Instagram/gia_day / KOVO

Prestasinya tak berhenti di situ; ia berhasil masuk tiga besar perolehan top skor selama dua musim berturut-turut.

Puncaknya, Megatron hampir membawa Red Sparks yang awalnya tim medioker menjadi juara V-League 2024/2025 usai bertarung 5 gim melawan Pink Spiders.

Ko Hee-jin sampai takjub melihat kemampuan Megatron, yang tetap berjuang di gim ke-5 dalam kondisi sedang cedera.

Selama membela Red Sparks, Megawati juga pernah menghadapi pemain domestik Korea, yakni Kang So-hwi.

Saat itu, Kang So-hwi banyak mendapat kritik dari penggemar voli Korea karena dianggap pemain dengan gaji fantastis namun minim kontribusi saat masih di GS Caltex.

Pemain Hi-Pass, Kang So-hwi.
Sumber :
  • Instagram/hipassvolleyclub

Namun, musim ini Kang So-hwi membuktikan kapasitasnya. Ia berhasil membawa Korea Expressway Hi-Pass menjadi juara musim reguler Liga Voli Korea 2025/2026, membuktikan bahwa kritik terkait “nilai pasarnya” kini tidak relevan.

Tim Korea Expressway Corporation bahkan menempati posisi pertama di musim reguler untuk pertama kalinya sejak 2017-18, sekaligus keempat kalinya sejak berdirinya tim.

Media Korea sempat menyoroti kontrak Kang yang mencapai 800 juta won per tahun dan memberinya julukan “Ratu Gaji” untuk divisi putri pada musim 2024-2025.

Meski begitu, awal musim V-League sempat menampilkan performa kurang maksimal dari Kang; ia hanya mencetak rata-rata 10 poin per pertandingan dengan tingkat keberhasilan serangan 29,68%. Kritikan pun muncul bahwa keterampilannya “terlalu tinggi dibandingkan gajinya.”

Kang So-hwi bersama rekan setimnya di Hi-Pass usai juara Liga Voli Korea musim reguler.
Sumber :
  • Instagram/hipassvolleyclub

Seiring berjalannya musim dan peningkatan kerja sama tim selama tiga tahun terakhir, performa Kang So-hwi kian membaik dan kontribusinya semakin krusial bagi Korea Expressway Hi-Pass. (ind)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:47
06:03
01:21
01:11
01:18
01:06

Viral