- Facebook Hi Pass
Meski Gagal Bawa Hi-Pass Juara, Eks Rival Megawati Hangestri Tetap Raih Best 7 V-League 2025/2026 dan Singgung Nama Ini
Korea Expressway Corporation kemudian menjalani final di bawah pelatih sementara Kim Young-rae (45), namun harus menyerah 0–3 dari GS Caltex.
- Hi Pass
Di tengah situasi tersebut, Kang So-hwi dalam pidatonya sempat menyebut nama “Kim Jong-min” secara terbuka, meski terlihat ragu di awal.
“Pertama-tama, setelah 36 pertandingan, Kim Jong…,” ucapnya sebelum berhenti sejenak dan melanjutkan, “Pelatih Kim Jong-min…”
Di akhir pidatonya, ia juga menyampaikan pesan emosional yang diduga ditujukan kepada sosok tertentu.
“Bagi sebagian orang, bola voli mungkin hanya permainan bermain bola, tetapi bagi saya, itu adalah seluruh hidup saya. Itulah mengapa saya akan terus bekerja keras dengan tanggung jawab yang lebih besar. Terima kasih.”
Rival Megatron
Kang So-hwi pernah menjadi rival Megawati Hangestri saat keduanya sama-sama berkarier di Liga Voli Korea bersama Red Sparks dalam dua musim terakhir.
Keduanya juga sempat dibandingkan, terutama terkait performa dan nilai kontrak Kang So-hwi yang dinilai tidak sejalan dengan kontribusinya pada musim 2024/2025.
Julukan “Megatron” untuk Megawati Hangestri bukan tanpa alasan. Ia tampil luar biasa selama dua musim di Korea Selatan bersama Red Sparks, hingga berhasil membawa tim menjadi runner-up Liga Voli Korea setelah melewati pertarungan sengit lima gim melawan Pink Spiders yang diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.
- Instagram @luminous___y03
Di bawah asuhan pelatih Ko Hee-jin serta dukungan setter berpengalaman Yeum Hye-seon, Red Sparks bahkan mampu menyingkirkan juara bertahan di babak playoff dan melaju ke final.
Megawati Hangestri juga mencatatkan 13 kemenangan beruntun yang semakin menegaskan perannya sebagai pemain kunci tim.
Secara individu, performanya sangat impresif dengan meraih dua gelar MVP pada putaran ketiga dan keempat, bersaing ketat dengan Kim Yeon-koung.
Pengamat voli Korea, Cha Sang-hyun, bahkan menjulukinya “Mega Power” karena dampak besarnya di kompetisi tersebut. (ind)