news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Hi Pass, Kang So-hwi.
Sumber :
  • Facebook Hi Pass

Meski Gagal Bawa Hi-Pass Juara, Eks Rival Megawati Hangestri Tetap Raih Best 7 V-League 2025/2026 dan Singgung Nama Ini

Meski Hi-Pass harus puas menjadi runner-up di V-League 2025/2026, eks rival Megawati Hangestri tetap menorehkan prestasi individu dengan masuk dalam Best 7.
Selasa, 14 April 2026 - 12:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Korea Expressway Hi-Pass harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah di partai final V-League 2026 dari GS Caltex. Meski begitu, eks rival Megawati Hangestri tetap menorehkan prestasi individu bergengsi.

Pada 13 April di Grand Walkerhill Seoul, Gwangjin-gu, Seoul, Kang So-hwi resmi terpilih sebagai bagian dari “Best 7” V-League 2025–2026 untuk kategori outside hitter.

Penghargaan ini menjadi pencapaian ketiganya sepanjang karier, sekaligus yang pertama dalam empat tahun terakhir setelah sebelumnya ia meraihnya pada musim 2019–2020 dan 2021–2022 saat masih membela GS Caltex.

Kang So-hwi bersama rekan setimnya di Hi-Pass usai juara Liga Voli Korea musim reguler.
Sumber :
  • Instagram/hipassvolleyclub

Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada prestasinya, melainkan juga pada momen emosional saat ia menyampaikan pidato penerimaan penghargaan.

Dalam suasana yang cukup sensitif, nama mantan pelatih Korea Expressway Corporation, Kim Jong-min (51), sempat menjadi perhatian karena sebelumnya tidak disebutkan oleh banyak pihak di lingkungan tim.

Dalam pidatonya, Kang So-hwi mencoba menyampaikan rasa terima kasihnya, meski sempat terlihat ragu saat menyebut nama sang pelatih.

"Halo. Saya Kang So-hwi. Pertama-tama, saya sangat senang dapat mencapai hasil yang berharga yaitu finis pertama di musim reguler setelah 36 pertandingan, bersama dengan Pelatih Kepala Kim Jong-min, staf pelatih, para pemain, dan para penggemar," ucapnya dilansir dari Star News.

Kim Jong-min sendiri diketahui telah menangani Korea Expressway Corporation sejak Maret 2016 dan mempersembahkan dua gelar juara pada musim 2017–2018 dan 2022–2023.

Pada musim ini, ia kembali membawa tim finis sebagai pemuncak klasemen musim reguler sebelum akhirnya terjadi keputusan mengejutkan.

Namun, pada 26 Maret, hanya enam hari sebelum final championship series, klub memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang pelatih.

Kontraknya resmi berakhir pada 31 Maret. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya faktor internal dan kontroversi masa lalu.

Keputusan tersebut juga menuai kritik, terutama karena dianggap janggal setelah pelatih berhasil membawa tim menjadi juara musim reguler.

Korea Expressway Corporation kemudian menjalani final di bawah pelatih sementara Kim Young-rae (45), namun harus menyerah 0–3 dari GS Caltex.

Pelatih Hi Pass, Kim Jong-min
Sumber :
  • Hi Pass

Di tengah situasi tersebut, Kang So-hwi dalam pidatonya sempat menyebut nama “Kim Jong-min” secara terbuka, meski terlihat ragu di awal.

“Pertama-tama, setelah 36 pertandingan, Kim Jong…,” ucapnya sebelum berhenti sejenak dan melanjutkan, “Pelatih Kim Jong-min…”

Di akhir pidatonya, ia juga menyampaikan pesan emosional yang diduga ditujukan kepada sosok tertentu.

“Bagi sebagian orang, bola voli mungkin hanya permainan bermain bola, tetapi bagi saya, itu adalah seluruh hidup saya. Itulah mengapa saya akan terus bekerja keras dengan tanggung jawab yang lebih besar. Terima kasih.”

Rival Megatron
Kang So-hwi pernah menjadi rival Megawati Hangestri saat keduanya sama-sama berkarier di Liga Voli Korea bersama Red Sparks dalam dua musim terakhir.

Keduanya juga sempat dibandingkan, terutama terkait performa dan nilai kontrak Kang So-hwi yang dinilai tidak sejalan dengan kontribusinya pada musim 2024/2025.

Julukan “Megatron” untuk Megawati Hangestri bukan tanpa alasan. Ia tampil luar biasa selama dua musim di Korea Selatan bersama Red Sparks, hingga berhasil membawa tim menjadi runner-up Liga Voli Korea setelah melewati pertarungan sengit lima gim melawan Pink Spiders yang diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.

Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon saat masih di Red Sparks
Sumber :
  • Instagram @luminous___y03

Di bawah asuhan pelatih Ko Hee-jin serta dukungan setter berpengalaman Yeum Hye-seon, Red Sparks bahkan mampu menyingkirkan juara bertahan di babak playoff dan melaju ke final.

Megawati Hangestri juga mencatatkan 13 kemenangan beruntun yang semakin menegaskan perannya sebagai pemain kunci tim.

Secara individu, performanya sangat impresif dengan meraih dua gelar MVP pada putaran ketiga dan keempat, bersaing ketat dengan Kim Yeon-koung.

Pengamat voli Korea, Cha Sang-hyun, bahkan menjulukinya “Mega Power” karena dampak besarnya di kompetisi tersebut. (ind)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral