- Antara Foto/Nova Wahyudi
Gara-gara Pelatih Timnas Korea, Megawati Hangestri Terancam Minim Menit Bermain di Hyundai Hillstate
tvOnenews.com - Kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke Liga Voli Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate ternyata dibayangi ancaman besar.
Kesempatan Megatron tampil penuh di V-League 2026-2027 bisa berkurang drastis akibat usulan kontroversial dari pelatih Timnas Voli Putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Pelatih Cha baru-baru ini mengusulkan perubahan aturan pemain asing di V-League.
Ia meminta agar pemain asing dan kuota Asia seperti Megawati tidak dimainkan penuh sepanjang musim reguler demi memberi lebih banyak kesempatan kepada pemain lokal Korea Selatan.
- Facebook SAVA
Usulan tersebut muncul setelah performa Timnas Voli Putri Korea Selatan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah terdegradasi dari ajang Volleyball Nations League (VNL) 2025.
Menurut Cha Sang-hyun, dominasi pemain asing di liga domestik membuat jam bermain atlet lokal semakin terbatas, terutama di posisi penting seperti opposite spiker dan outside hitter.
Pada konferensi pers tanggal 20 Mei 2026, Cha menyampaikan usulan yang cukup mengejutkan.
"Setidaknya pada tahun-tahun ketika Asian Games atau Olimpiade diadakan, sekitar setengah dari jadwal V-League harus dimainkan secara eksklusif oleh pemain domestik," kata Cha Sang-hyun dikutip dari SportSeoul.
Jika usulan itu diterapkan, maka pemain asing dan kuota Asia kemungkinan hanya akan tampil pada putaran awal kompetisi dan kembali bermain saat playoff hingga final.
Sebagai informasi, Liga Voli Korea Selatan saat ini menggunakan sistem enam putaran dengan total 36 pertandingan di musim reguler.
Artinya, Megawati dan pemain asing lainnya berpotensi kehilangan sekitar 18 pertandingan jika aturan baru diberlakukan.
Media Korea menilai kondisi ini memang berkaitan dengan ketergantungan klub-klub V-League terhadap pemain asing.
“Ini adalah argumen yang valid. V.League telah memperkenalkan sistem kuota Asia untuk meningkatkan performa. Dalam banyak kasus, setidaknya dua pemain ditetapkan sebagai starter bersama dengan pemain asing. Tidak termasuk libero, hanya empat pemain domestik yang diizinkan berada di lapangan,” tulis SportSeoul.
Masalah paling besar disebut terjadi di posisi opposite spiker, posisi yang kini identik dengan pemain asing.