- Instagram @jpevolley
Belum Juga Tiba di Korea, Megawati Hangestri Sudah Dapat Julukan Baru
tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan di Korea Selatan bahkan sebelum musim baru V-League 2026-2027 dimulai.
Pevoli andalan Indonesia tersebut mendapat sambutan hangat setelah resmi bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate, salah satu klub elite voli putri Korea Selatan.
Menariknya, perhatian yang diterima Megawati bukan hanya karena kepindahannya ke klub besar.
Media Korea Selatan justru memberikan penghargaan yang lebih istimewa dengan menyematkan julukan yang membuatnya disejajarkan dengan legenda voli negeri ginseng, Kim Yeon-kyung.
Kim Yeon-kyung sendiri dikenal sebagai ikon terbesar dalam sejarah voli putri Korea Selatan.
Mantan kapten tim nasional tersebut memiliki karier gemilang di level internasional dan kerap mendapat julukan sebagai "Ratu Voli Korea".
- KOVO
Karena itu, ketika Megawati disebut sebagai "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia", banyak pihak menilai julukan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas pengaruh besar yang telah ia berikan selama berkarier di V-League.
"Hyundai E&C, tim voli profesional putri, secara resmi mengumumkan pada tanggal 11 bahwa mereka telah menandatangani kontrak kuota Asia dengan pemain opposite spiker tim nasional Indonesia, Megawatti Pertiwi." tulis media Korea, Sports Kyunghyang.
Dalam laporannya, Sports Kyunghyang menegaskan bahwa Megawati bukan sekadar pemain asing kuota Asia biasa.
Performa luar biasanya selama membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks dianggap telah mengubah pandangan banyak orang terhadap kualitas pemain Asia di kompetisi tersebut.
"Megawa bermain untuk Jung Kwan Jang selama dua musim mulai dari musim 2023-2024, ketika sistem kuota Asia diperkenalkan, dan memberikan penampilan yang layak dikenang sebagai salah satu pemain kuota Asia terbaik sepanjang masa. Ia meninggalkan dampak yang begitu kuat sehingga dijuluki "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia." tulis media Sports Kyunghyang lagi.
Julukan tersebut lahir dari performa konsisten yang ditunjukkan Megawati sejak pertama kali menginjakkan kaki di Korea Selatan pada musim 2023-2024.
Saat itu, ia langsung menjadi tumpuan utama Red Sparks dan berperan penting dalam kebangkitan tim.
Kehadiran Megawati membantu Red Sparks kembali bersaing di papan atas klasemen.
Bahkan, klub tersebut sukses menembus babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Penampilan Megawati semakin mengesankan pada musim berikutnya.
Pevoli asal Jember, Jawa Timur, itu berhasil mengoleksi 802 poin dan masuk dalam jajaran pemain paling produktif di V-League.
Tak hanya tajam dalam mencetak angka, Megawati juga mendominasi berbagai kategori serangan, mulai dari open spike, back attack hingga serangan cepat dari lini belakang.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi pada final V-League 2024-2025 saat Red Sparks menghadapi Heungkuk Life yang diperkuat Kim Yeon-kyung.
Meski sedang mengalami masalah pada lututnya, Megawati tetap tampil luar biasa.
Ia mencetak 40 poin pada pertandingan ketiga final, 38 poin di laga keempat, dan 37 poin pada pertandingan penentuan.
Walau gagal mengantarkan Red Sparks menjadi juara, penampilan heroiknya mendapat pujian luas dari media dan penggemar voli Korea Selatan.
Momen perpisahannya dengan pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, bahkan viral di media sosial karena dinilai sangat emosional dan menyentuh hati.
Kini, setelah semusim berada di Indonesia, Megawati kembali ke Korea Selatan dengan tantangan baru bersama Hyundai E&C Hillstate.
Klub tersebut memiliki ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara dan melihat Megawati sebagai sosok penting dalam proyek tersebut.
"Merupakan suatu kehormatan untuk bermain bagi tim yang kuat dengan tradisi panjang seperti Hyundai E&C," ujar Megawati Hangestri.
Pevoli berusia 26 tahun itu mengaku siap memberikan kemampuan terbaiknya demi membantu tim meraih prestasi tertinggi.
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu tim mengangkat trofi juara dengan penampilan yang lebih matang dalam kembalinya saya ke V-League setelah absen cukup lama,” lanjutnya.
Optimisme juga datang dari pelatih Hyundai E&C, Kang Seong-hyeong, yang yakin Megawati akan menjadi bagian penting dalam skema permainan tim musim depan.
“Mega adalah pemain yang kemampuannya telah terbukti di liga, jadi dia akan menjadi aset besar tidak hanya untuk memperkuat daya serang kami tetapi juga untuk mengatur taktik tim.”
Kembalinya Megawati diperkirakan akan kembali menghadirkan fenomena "Demam Mega" yang sempat melanda Korea Selatan dalam dua musim terakhir.
Saat membela Red Sparks, kehadirannya tidak hanya berdampak pada performa tim di lapangan, tetapi juga meningkatkan popularitas klub secara signifikan.
Jumlah penggemar Indonesia yang mengikuti pertandingan V-League meningkat pesat, sementara akun media sosial dan platform digital klub juga mengalami lonjakan interaksi.
Kini, sebelum benar-benar kembali bermain di Korea Selatan, Megawati sudah lebih dulu mendapat pengakuan besar dari media setempat.
Julukan "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia" menjadi bukti bahwa namanya telah meninggalkan jejak kuat di V-League dan masih sangat dihormati oleh publik Korea Selatan.
Dengan status baru bersama Hyundai E&C Hillstate, Megawati Hangestri berpeluang menorehkan prestasi yang lebih gemilang.
(tsy)