news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet Taekwondo Indonesia catat prestasi di WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026..
Sumber :
  • PBTI

Taekwondo Indonesia Ukir Prestasi di Australia, Modal Berharga Menuju Asian Games 2026

Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga (cabor) taekwondo Indonesia. Tim pelatnas tanah air berhasil meraih medali di Australia.
Minggu, 21 Juni 2026 - 19:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga (cabor) taekwondo Indonesia. Tim pelatnas tanah air berhasil meraih medali di Australia.

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia berhasil menorehkan hasil positif dalam rangkaian kejuaraan  WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026, yang digelar di Gold Coast, Australia.

Meski hanya mengirimkan tim kecil berisikan empat atlet, namun kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang medali perunggu dan perak di WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026.

Tercatat sebanyak 621 atlet dari berbagai negara turun di nomor Kyorugi dalam WT President's Cup Oceania 2026 yang digelar dua hari pada 18-19 Juni 2026 lalu.

Selain Kyorugi, ajang tersebut juga mempertandingkan nomor Para Kyorugi, Poomsae, dan Para Poomsae. 

Indonesia memang tidak datang dengan kekuatan besar. Hanya tiga atlet Kyorugi dan satu atlet Poomsae yang diturunkan. Mereka adalah Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kg, Khavka Zhaviv (-63 kg), Aziz Hidayat Tumakaka (-54 kg), serta M Rizal pada nomor Poomsae individual putra.

Aziz Hidayat Tumakaka menjadi penyumbang prestasi terbaik. Pada WT President's Cup Oceania G3, atlet kelas -54 kilogram itu tampil impresif. 

Di babak perempat final, Aziz berhasil menaklukkan wakil Jepang, Ohara Keishin, dengan kemenangan meyakinkan. Ia merebut ronde pertama dengan skor 20-12, kemudian tampil dominan pada ronde kedua dan menang telak 16-0.

Kemenangan tersebut mengantarkan Aziz ke babak semifinal sekaligus memastikan medali perunggu bagi Indonesia. Meski langkahnya menuju final dihentikan wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan, Aziz tetap menunjukkan daya juang tinggi. Ia hanya kalah tipis 8-9 pada ronde pertama sebelum akhirnya menyerah 12-16 pada ronde kedua.

Atlet Taekwondo Indonesia, Aziz Hidayat raih medali di Australia.
Sumber :
  • PBTI

Sedangkan perjalanan Khavka Zhaviv juga cukup menjanjikan. Atlet kelas -63 kg itu membuka turnamen dengan kemenangan mutlak atas wakil tuan rumah Australia, Marthin Jack. Namun langkahnya terhenti pada babak 16 besar setelah kalah dari atlet Chinese Taipei, Huang Cho Cheng.

Sementara itu, Mhd Raihan Fadhilah harus mengakhiri perjuangannya pada babak 16 besar setelah menghadapi wakil Arab Saudi, Hamedi Tareq. Raihan sempat merebut ronde kedua dengan skor 11-8, namun lawannya tampil lebih efektif dan memenangi pertandingan.

Di nomor Poomsae individual putra, M Rizal juga belum mampu melangkah jauh. Meski demikian, para atlet Indonesia mendapatkan pengalaman berharga.

Setelah itu perjuangan Taekwondo Indonesia berlanjut di Australia Open 2026 yang berlangsung pada 20-21 Juni di lokasi yang sama. 

Aziz Hidayat Tumakaka, yang merupakan atlet berusia muda itu sukses melaju hingga partai final dan mempersembahkan medali perak bagi Indonesia.

Aziz memulai perjuangannya dari perempat final dengan mengalahkan wakil Australia, Chau Nathan. Pada semifinal, ia menjalani duel dramatis melawan atlet Hong Kong, Chau Ngai Long. 

Setelah pertarungan sengit yang berlangsung hingga ronde ketiga, Aziz akhirnya menang 23-12 dan memastikan tempat di final. Lalu di partai puncak, Aziz berhadapan dengan wakil Brasil, De Moraes Giovanni Aubin. 

Setelah sempat bangkit dengan memenangi ronde kedua, Aziz akhirnya harus puas meraih medali perak usai kalah tipis 12-14 pada ronde penentuan.

Atlet Taekwondo Indonesia di WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026.
Sumber :
  • PBTI

Prestasi Taekwondo Indonesia Jadi Modal Penting Jelang Asian Games 2026

Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, mengatakan bahwa WT President's Cup G3 merupakan bagian penting dari program pembinaan menuju Asian Games 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027.

"President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027," kata Adhy.

Ia mengakui bahwa program pembinaan tahun ini dijalankan di tengah berbagai keterbatasan anggaran. Namun, dukungan dari Ketua Umum PBTI beserta seluruh jajaran pengurus membuat program tetap berjalan optimal.

"Di tengah berbagai keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun ini, kami tetap berupaya menjalankan program secara optimal berkat dukungan penuh dari Ketua Umum PBTI beserta seluruh jajaran pengurus. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia," tambahnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra, menilai keikutsertaan para atlet senior dalam dua turnamen tersebut bukan sekadar memburu medali, melainkan juga untuk meningkatkan ranking dunia dan memperkaya pengalaman bertanding.

"Bagi atlet senior seperti Aziz Hidayat -54 kg dan Mhd Raihan Fadhilah -80 kg, mengikuti kejuaraan President Cup Oceania dan Australia Open ini dalam rangka mencari poin untuk meningkatkan ranking dunia dan menambah jam terbang bagi atlet taekwondo Indonesia," ujar Pino.

Selain itu, prestasi ini juga mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., yang mengucapkan selamat kepada para atlet dan tim pelatih atas perjuangan mereka di ajang internasional tersebut.

Sekadar informasi, WT President's Cup Oceania 2026 merupakan turnamen yang berstatus Grade 3 (G3) dan salah satu kejuaraan penting dalam kalender World Taekwondo.

Ajang ini penting karena menawarkan poin ranking dunia lebih besar dibandingkan banyak kompetisi regional lainnya.

Sedangkan Australia Open 2026 merupakan kejuaraan berstatus Grade 2 (G2) itu kembali menjadi kesempatan bagi para atlet Indonesia untuk mengumpulkan poin ranking dunia.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral