- asianvolleyball.com (AVC)
Gengsi Jadi Kunci Timnas Voli Indonesia Pecundangi Thailand di AVC Men's Cup 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Asisten pelatih Timnas Voli Indonesia, Nur Widayanto mengungkapkan bahwa gengsi menjadi salah satu kunci kemenangan skuad Garuda atas Thailand di AVC Men's Cup 2026.
Timnas Voli Indonesia baru saja kembali meraih kemenangan dramatis dari Thailand di matchday ketiga AVC Men's Cup 2026, yang berlangsung di Ahmedabad, India pada Selasa (23/6/2026) malam WIB.
Anak asuh Reidel Toiran itu mampu mengalahkan Thailand lewat skor ketat dalam lima set 3-2 (19-25, 25-19, 25-22, 23-25, 15-10).
Skuad Garuda sendiri sejak awal mengandalkan Farhan Halim, Alfin Daniel, Ahmad Gumilar, Hendra Kurniawan, Fauzan Nibran, dan Boy Arnez.
Pada pertandingan ini, Thailand sejatinya lebih diuntungkan karena sehari sebelumnya Indonesia harus bermain lima set (3-2) saat mengalahkan Qatar di matchday kedua. Sehingga dari segi fisik, tim lawan lebih diuntungkan.
Namun Nur Widayanto mengatakan bahwa karena laga ini merupakan duel penuh gengsi, Fauzan Nibras dkk pun menjadi termotivasi.
“Thailand diuntungkan dalam hal kondisi karena Indonesia kemarin main lima set. Tetapi tadi pertandingan gengsi, anak-anak tetap berupaya berjuang mengalahkan rasa capek,” kata Nur Widayanto.
- asianvolleyball.com (AVC)
Asisten pelatih Timnas Voli Indonesia itu juga mengungkapkan bahwa anak asuhnya sempat mengalami kesulitan pada set pertama. Hal ini dikarenakan peran middle blocker belum berjalan maksimal, baik saat melakukan blok maupun menyerang.
“Untuk strategi, set pertama kita kalah. Middle blocker kita tidak jalan dalam hal blocker dan menyerang. Oleh karena itu kita rotasi di set kedua. Sebelumnya Gumilar yang di depan, kita tukar dengan Hendra, Gumilar di belakang,” tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa perubahan rotasi tersebut dipertahankan hingga set kelima dan terbukti efektif. Selanjutnya ia menilai banyaknya kesalahan servis menjadi penyebab Indonesia kehilangan set keempat.
“Rotasi itu berjalan sampai set ke-5. Strategi itu cukup sukses, middle blocker kita dapat poin dari block dan serangan,” tukasnya.
“Di set ke-4 kita kehilangan set karena servis kita banyak yang eror. Alhamdulillah di set ke-5 anak-anak tetap fokus sehingga bisa mempertahankan selisih dua poin di pertengahan set sampai akhir,” jelasnya lagi.