news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menpora Erick Thohir dan Anindya Bakrie.
Sumber :
  • Kemenpora

Semua Butuh Proses, Ketum PB Akuatik Anindya Bakrie Dukung Kebijakan Anggaran Pelatnas

Diinisiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan didorong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di level dunia
Minggu, 28 Juni 2026 - 20:45 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PB Akuatik, Anindya Bakrie memastikan pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah terhadap anggaran pemusatan latihan nasional skema multiyear. 

Diinisiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan didorong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di level dunia.

Anindya menilai, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan ataupun hanya mengandalkan anggaran tahunan. 

Sebagai induk organisasi cabang olahraga akuatik yang menaungi renang, polo air, loncat indah, renang artistik, hingga renang perairan terbuka, PB Akuatik Indonesia memahami bahwa proses melahirkan atlet elite membutuhkan perencanaan yang matang dan berkesinambungan.

"Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun," ujar Anindya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menegaskan, tidak ada atlet kelas dunia yang lahir secara tiba-tiba.

Menurutnya, negara-negara yang selama ini mendominasi ajang internasional seperti Asian Games maupun Olimpiade telah membangun sistem pembinaan sejak usia dini melalui program yang terstruktur dan berkelanjutan.

Karena itu, Anindya menyebut PB Akuatik Indonesia telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan olahraga akuatik yang selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai acuan pembangunan olahraga Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa dukungan anggaran tidak hanya dibutuhkan untuk program Pelatnas, tetapi juga harus menjangkau proses pembibitan dan pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk menjaga regenerasi atlet nasional agar terus berjalan.

"Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan," katanya.

Anindya optimistis, apabila pembinaan atlet sejak usia dini didukung sistem pendanaan jangka panjang dari pemerintah, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral