- Instagram @bjtmvolleyball
Media Korea Tak Habis Pikir dengan Megawati Hangestri, Performa Gemilangnya Kini Jadi Sorotan usai KOVO Ubah Regulasi V-League
tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan di Korea Selatan.
Kali ini, bukan karena kepastian bergabung dengan klub baru, melainkan karena performa impresifnya di V-League dijadikan contoh ketika Federasi Bola Voli Korea (KOVO) memutuskan mengubah regulasi kuota pemain asing mulai musim 2027-2028.
Media Korea, SportsQ, menilai kiprah Megawati menjadi salah satu bukti bahwa pemain kuota Asia kini mampu tampil sebagai andalan utama sebuah tim, bukan sekadar pelengkap skuad.
- KOVO
Dalam rapat Dewan Direksi dan rapat umum luar biasa yang digelar pada 23 Juni, KOVO resmi menyetujui perubahan sistem kuota pemain asing yang akan mulai diterapkan pada musim 2027-2028.
Berdasarkan aturan baru tersebut, kompetisi putra akan menggunakan skema dua pemain asing dan satu pemain kuota Asia yang dapat bermain secara bersamaan.
Sementara di sektor putri, setiap klub diperbolehkan menurunkan satu pemain asing dan dua pemain kuota Asia secara bersamaan dalam satu pertandingan.
Dengan demikian, baik di liga putra maupun putri, maksimal tiga pemain non-domestik kini dapat berada di lapangan pada waktu yang sama.
Menurut SportsQ, keputusan tersebut tidak diambil tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, kualitas pemain kuota Asia mengalami peningkatan signifikan hingga mampu menjadi tumpuan utama tim masing-masing.
- KOVO
Sebagai contoh, media tersebut secara khusus menyoroti penampilan Megawati Hangestri saat memperkuat Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks pada musim 2024-2025.
"Kemampuan pemain kuota Asia baru-baru ini meningkat, dan beberapa bahkan mengambil peran sebagai ace. Opposite spiker Megawati Pertiwi (Suwon Hyundai E&C, Indonesia), saat bermain untuk Daejeon Jung Kwan Jang di musim 2024-2025," tulis SportsQ.
Media itu mengingatkan bahwa Megawati mengakhiri musim dengan torehan 802 poin, menempati peringkat ketiga daftar pencetak poin terbanyak V-League.
Tak hanya itu, pevoli asal Jember tersebut juga menjadi pemain dengan persentase keberhasilan serangan terbaik, yakni mencapai 48,06 persen.
- KOVO
Statistik tersebut dinilai memperlihatkan bahwa pemain kuota Asia kini mampu bersaing bahkan mengungguli banyak pemain asing dalam aspek produktivitas maupun efektivitas serangan.