news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo Red Sparks.
Sumber :
  • Red Sparks

Surat Permintaan Maaf Red Sparks Soal Kasus Pelecehan Seksual Tuai Kritik, Volimania Siapkan Petisi ke Pemerintah Korea Selatan

Permintaan maaf resmi yang dirilis oleh Red Sparks terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu pelatih nyatanya justru memicu gelombang kritik dari volimania setempat. Bahkan penggemar dikabarkan menyiapkan petisi ke Pemerintah Korea Selatan.
Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Permintaan maaf resmi yang dirilis oleh Red Sparks terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu pelatih nyatanya justru memicu gelombang kritik dari volimania setempat. Bahkan penggemar dikabarkan menyiapkan petisi ke Pemerintah Korea Selatan.

Melansir dari STN News, kasus ini bermula dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan staf pelatih berinisial A dalam acara makan malam tim pada Januari lalu. 

Tak lama kemudian, identitas klub baru terungkap setelah sejumlah media Korea Selatan dan pernyataan resmi klub mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di kubu Red Sparks.

Red Sparks pun mengeluarkan surat permintaan maaf melalui media sosial Instagram mereka beberapa hari yang lalu. Namun pernyataan ini menuai banyak kritik.

Sejumlah penggemar menilai surat permintaan maaf yang dirilis klub terlalu singkat dan tidak menyentuh inti persoalan. 

Selain itu mereka mengkritik tidak adanya permintaan maaf secara langsung kepada atlet yang diduga menjadi korban maupun rekan-rekan satu timnya. Klub juga dinilai tidak menjelaskan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kemudian ada hal yang menarik atensi, yakni penggunaan istilah "permasalahan pelatih" dalam surat tersebut. Menurut para penggemar, istilah itu tidak menggambarkan dengan jelas bahwa kasus yang terjadi merupakan dugaan pelecehan seksual. 

Selain itu, surat tersebut hanya menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar karena telah menimbulkan kekhawatiran, tanpa menyinggung korban secara langsung.

Kritik juga diberikan untuk manajemen klub yang tidak menjelaskan bagaimana kasus yang disebut terjadi pada Januari baru diketahui pada Mei. 

Padahal, menurut laporan, pelatih kepala Ko Hee-jin juga berada di lokasi saat acara makan malam tersebut berlangsung. Surat permintaan maaf hanya menyebut bahwa pelatih A telah meninggalkan klub tanpa memberikan penjelasan mengenai tanggung jawab maupun posisi Ko Hee-jin dalam kasus tersebut.

Tak hanya itu, penggemar juga mempertanyakan kondisi terkini atlet yang diduga menjadi korban serta tidak adanya penjelasan mengenai sistem perlindungan dan pencegahan yang akan diterapkan klub ke depannya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
02:15
07:31
06:30
01:01
02:19

Viral