- KOVO
Apa Penyebab Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks? Ini Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Pemain
tvOnenews.com - Ko Hee-jin resmi meninggalkan kursi pelatih Red Sparks setelah muncul kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pemain di internal tim.
Ko Hee-jin resmi mundur dari kursi kepelatihan Red Sparks secara sukarela. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas serangkaian persoalan yang terjadi di internal tim menjelang bergulirnya musim baru.
Klub yang bermarkas di Daejeon itu mengumumkan keputusan tersebut melalui akun Instagram resmi klub.
- KOVO
"Pelatih Ko Hee-jin baru-baru ini menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, bertanggung jawab atas serangkaian kejadian, dan kami telah mengambil keputusan akhir untuk menerimanya."
Klub juga memastikan akan segera mencari sosok yang akan menggantikan Ko Hee-jin. Langkah tersebut dilakukan agar persiapan tim menghadapi musim baru tetap berjalan dan para pemain dapat berkonsentrasi pada latihan.
"Kami akan segera melanjutkan proses penunjukan pelatih kepala baru dan mencurahkan semua upaya kami untuk menstabilkan tim sehingga para pemain dapat fokus pada latihan dan persiapan pertandingan tanpa gangguan."
Berawal dari Insiden Makan Malam Tim
Persoalan yang berujung pada mundurnya Ko Hee-jin bermula dari acara makan malam tim yang digelar saat jeda All-Star pada Januari lalu.
Pada Mei, terungkap adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang pelatih yang berafiliasi dengan klub terhadap salah satu pemain.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Jung Kwan Jang mengambil langkah dengan memisahkan pihak yang terlibat dan melaporkan persoalan tersebut kepada Federasi Bola Voli Korea (KOVO) serta Pusat Etika Olahraga.
Menurut laporan No Cut News, Ko Hee-jin diketahui hadir dalam acara makan malam ketika insiden tersebut terjadi. Namun, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak melihat secara langsung tindakan spesifik yang dilakukan oleh pelatih tersebut.
Meski demikian, Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan tim kemudian dibebastugaskan dari aktivitas kepelatihan sejak Mei.
Setelah melalui perkembangan kasus tersebut, Ko akhirnya memilih mengundurkan diri secara sukarela.