- KOVO
Reaksi Volimania soal Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks, Ramai Kenang Jasanya untuk Megawati Hangestri
tvOnenews.com - Ko Hee-jin resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih kepala tim voli putri Jung Kwan Jang Red Sparks. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tidak menyenangkan yang terjadi dalam acara makan malam tim pada Januari lalu.
Pada 28 Agustus, Jung Kwan Jang mengumumkan keputusan tersebut melalui akun media sosial resmi klub.
"Pelatih Ko menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, bertanggung jawab atas serangkaian kejadian baru-baru ini, dan kami telah memutuskan untuk menerima keputusannya."
- Instagram.com/red_sparks
Klub juga memastikan akan segera mencari pelatih kepala baru agar persiapan tim tidak terganggu oleh perubahan mendadak tersebut.
"Kami akan segera memulai proses penunjukan pengganti agar para pemain, yang menerima berita mendadak ini, dapat fokus pada latihan dan persiapan pertandingan."
Keputusan Ko Hee-jin untuk mundur tidak terlepas dari insiden yang terjadi ketika tim menggelar makan malam pada masa jeda All-Star Januari lalu.
Klub baru mengetahui persoalan tersebut pada Mei. Dalam insiden itu, seorang pelatih yang disebut sebagai Pelatih A dilaporkan melakukan perilaku tidak pantas terhadap salah satu pemain.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Jung Kwan Jang langsung mengambil langkah untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Klub juga melaporkan persoalan tersebut kepada Federasi Bola Voli Korea (KOVO) dan Pusat Etika Olahraga.
Sebagai dampak dari kasus tersebut, Ko Hee-jin juga telah dibebastugaskan dari aktivitas yang berkaitan dengan klub sejak Mei.
Pelatih berusia 46 tahun itu diketahui hadir dalam acara makan malam ketika insiden tersebut terjadi. Namun, ia menyatakan tidak melihat secara langsung perilaku yang dilakukan Pelatih A.
Sementara itu, KOVO disebut masih menunggu hasil penyelidikan Komite Etika Olahraga sebelum menentukan langkah selanjutnya. Setelah hasil investigasi dikonfirmasi, KOVO akan mempertimbangkan apakah perlu menggelar rapat Komite Disiplin.
Ko Hee-jin mulai menangani Jung Kwan Jang sejak musim 2022-2023. Selama periode tersebut, ia sempat membawa tim tampil cukup kompetitif di Liga Voli Korea.
Pada musim 2024-2025, Jung Kwan Jang berhasil menempati peringkat ketiga klasemen liga reguler dan melaju hingga final kejuaraan.
Namun, performa tim mengalami penurunan pada musim 2025-2026. Jung Kwan Jang harus mengakhiri musim di posisi terakhir.
Kini, kepergian Ko Hee-jin turut menjadi perhatian penggemar voli Indonesia, terutama Volimania yang mengikuti perjalanan Megawati Hangestri selama memperkuat Red Sparks.
Volimania Kenang Peran Ko Hee-jin untuk Megawati
Setelah kabar pengunduran diri Ko Hee-jin diumumkan, kolom komentar unggahan Red Sparks dipenuhi beragam respons dari penggemar voli Indonesia.
Sebagian Volimania memberikan apresiasi kepada Ko sekaligus mendoakan kariernya setelah meninggalkan Red Sparks.
"Big respect coach. See u again."
Ada pula penggemar yang secara khusus mengenang kontribusi Ko Hee-jin dalam perjalanan Megawati Hangestri selama dua musim memperkuat Red Sparks.
"Terimakasih coach khj. Dimana pun berada doa terbaik untuk kamu coach. Terimakasih sudah menjadi pelatih terbaik untuk Mega."
Penggemar lainnya menilai Ko Hee-jin memiliki peran dalam membantu Red Sparks dan Megawati mendapatkan perhatian lebih besar di kompetisi voli Korea.
"Sukses ya coach KHJ dimanapun coach berada apapun masalahnya coach tetap pelatih terbaik di RS yg bisa bawa RS dan mega bersinar di voli korea."
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh penggemar lain yang tetap menghargai jasa Ko Hee-jin untuk Megawati.
"Terlepas dari masalah yang ada, terimakasih pelatih KHJ atas jasamu membawa Mega ke V-league. Semoga anda sehat selalu."
Di sisi lain, ada Volimania yang mengaku terkejut dengan keputusan tersebut dan berharap Red Sparks mampu mendapatkan sosok pengganti yang berkualitas.
"Pelatih koo hee jin mengundurkan diri dari pelatih, tim RS akan segera mencari pelatih baru untuk mengawal tim."
"Beneran terjadi, semoga dapat pelatih bagus juga nanti, semangat Red Sparks."
Langkah manajemen Red Sparks dalam menangani persoalan tersebut juga mendapat apresiasi dari sebagian penggemar.
"Langkah yang sangat berani sekali resepect manajemen red sparks."
Ada pula komentar yang menyoroti ketegasan Korea Selatan dalam menangani persoalan pelanggaran.
"Korea sangat tegas dengan segala bentuk kesalahan dan pelanggaran, beda dengan konoha."
- KOVO
Meski begitu, sebagian Volimania memilih untuk tetap mengapresiasi kontribusi Ko Hee-jin kepada Megawati Hangestri, terlepas dari persoalan yang kini menimpanya.
"Semoga keputusan yg terbaik untuk semua pihak, seburuk apa pun beliau di mata publik saat ini, bagaimana pun juga beliau telah mengajarkan banyak hal untuk mega, dan hasilnya juga pernah kita nikmati bersama dalam permainan bola voli."
Dengan mundurnya Ko Hee-jin, Red Sparks kini harus segera mencari pelatih kepala baru. Sementara bagi sebagian Volimania Indonesia, jasa Ko dalam perjalanan Red Sparks dan perkembangan Megawati di Liga Voli Korea tetap menjadi bagian yang dikenang.