- KOVO
Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks
tvOnenews.com - Keputusan Ko Hee-jin untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Jung Kwan Jang Red Sparks turut memicu beragam reaksi dari penggemar voli di Korea Selatan. Ada yang menilai keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi ada pula yang mempertanyakan apakah pengunduran diri sukarela cukup untuk menyelesaikan persoalan yang sedang diselidiki.
Jung Kwan Jang sebelumnya telah membebastugaskan Ko Hee-jin dari aktivitas klub setelah terjadi insiden dalam acara makan malam tim pada Januari lalu. Kini, klub resmi menerima pengunduran dirinya.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Jung Kwan Jang pada 28 Agustus.
- Facebook/Red Sparks
"Pelatih Ko baru-baru ini menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa tersebut, dan kami telah memutuskan untuk menerima keputusannya."
Klub juga memastikan akan segera mencari pelatih pengganti demi menjaga persiapan tim menjelang musim baru.
"Kami akan segera memulai proses penunjukan pengganti agar para pemain dapat fokus pada pelatihan dan persiapan pertandingan, dan kami akan mencurahkan semua upaya untuk menstabilkan tim."
Ko Hee-jin sejatinya sudah tidak menjalankan tugasnya secara normal sejak Mei lalu. Keputusan tersebut diambil setelah klub mengetahui adanya dugaan perilaku tidak pantas yang dilakukan seorang asisten pelatih terhadap salah satu pemain dalam acara makan malam tim saat jeda All-Star Januari lalu.
Setelah mengetahui insiden tersebut, klub memisahkan pihak-pihak yang terlibat dan melaporkan kasus tersebut kepada Federasi Bola Voli Korea (KOVO) serta Pusat Etika Olahraga.
Ko Hee-jin yang turut hadir dalam acara makan malam tersebut juga dibebastugaskan dari tugas-tugas klub.
Menurut laporan media Korea Osen, mantan pelatih Megawati Hangestri itu menyatakan bahwa dirinya tidak menyaksikan secara langsung tindakan yang dilakukan oleh Asisten Pelatih A, yang menjadi pusat kontroversi.
Namun, proses investigasi atas insiden tersebut hingga kini belum sepenuhnya selesai. Hasil penyelidikan Pusat Etika Olahraga masih belum diumumkan, sementara KOVO akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan membentuk Komite Disiplin setelah menerima hasil investigasi.
Di tengah proses tersebut, Ko Hee-jin akhirnya memilih mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab atas rangkaian kejadian yang terjadi di dalam tim.
Warga Korea Soroti Keputusan Ko Hee-jin
Kabar pengunduran diri Ko Hee-jin kemudian ramai dibicarakan oleh penggemar voli Korea. Sejumlah warga menilai Ko memang perlu mengambil tanggung jawab moral atas persoalan tersebut.
"Wajar jika Go Hee-jin memikul tanggung jawab moral. Lalu, bukankah seharusnya dia menanggapi penghinaan seksual yang diderita korban dari pelaku? Sampai kapan kau akan terus tidak menghormati korban?" komen netizen Korea di grup percakapan Jung Kwang Jang Naver.
Ada pula warga yang mempertanyakan apakah pengunduran diri sukarela dapat dianggap sebagai bentuk hukuman atau tindakan disipliner, terutama karena hasil investigasi belum diumumkan.
"Apakah pengunduran diri sukarela merupakan hukuman atau tindakan disiplin atas penghinaan seksual? Apakah pengunduran diri sukarela menyelesaikan masalah ketika belum ada hasil yang dirilis?"
Komentar tersebut bahkan menilai keputusan pengunduran diri berpotensi menimbulkan pertanyaan baru terkait penanganan kasus di internal klub.
"Mereka tampaknya merasa tidak aman... ada sesuatu yang lebih dari itu... masalahnya serius... mereka hanya mencoba menutupi insiden tersebut... mereka sama sekali tidak mempertimbangkan perspektif korban... itu berarti mereka tidak merenungkan tindakan mereka... mereka tidak memiliki hati nurani... mereka hanya putus asa untuk menghindari tanggung jawab dan lolos begitu saja untuk sementara waktu," komen warga Korea di kolom chat Jung Kwan Jang di Naver.
Namun, tidak semua komentar bernada negatif. Salah seorang penggemar dari klub lain mengaku ikut memperhatikan situasi Red Sparks dan menilai klub seharusnya lebih dulu menjatuhkan tindakan disiplin kepada Ko Hee-jin.
"Saya penggemar tim lain, tetapi saya bergabung sementara karena situasi dengan Pelatih Go Hee-jin. Saya pikir tim seharusnya menggunakan kartu disiplin sebelum Pelatih Go mengundurkan diri. Tentu saja, ada masalah internal tim, tetapi terlepas dari itu, pelatih baru sangat penting."
Penggemar tersebut bahkan mengusulkan nama Kim Ho-cheol sebagai salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan untuk menggantikan Ko.
"Bagaimana pendapat Anda tentang Pelatih Kim Ho-cheol? Sejujurnya, saya pikir dia hanya kurang beruntung dibandingkan dengan kemampuannya."
Di sisi lain, ada pula warga Korea yang justru memberikan apresiasi kepada Ko Hee-jin karena memilih mundur dan mengambil tanggung jawab.
- KOVO
"Pelatih Ko! Anda telah membuat keputusan yang benar-benar luar biasa. Saya membayangkan itu bukanlah keputusan yang mudah. Meskipun agak terlambat, senang melihat martabat seorang pelatih yang tidak menghindari tanggung jawab."
Warga tersebut juga berharap Ko mampu mengambil pelajaran dari persoalan yang terjadi dan melanjutkan kariernya.
"Karena Anda masih berusia 40-an, saya harap Anda dapat mengatasi ini dengan baik dan menjadi pemimpin yang lebih baik lagi."
Pengunduran diri Ko Hee-jin dengan demikian tidak hanya mengubah peta kepelatihan Red Sparks menjelang musim baru, tetapi juga memunculkan perdebatan di kalangan penggemar Korea mengenai tanggung jawab, sanksi, serta perlindungan terhadap korban dalam kasus yang masih berada dalam proses investigasi.