news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin.
Sumber :
  • KOVO

Mundur dari Red Sparks, Ko Hee-jin Terancam Dapat Sanksi Berat Imbas Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Meski telah mundur dari Red Sparks, namun Ko Hee-jin masih dibayangi mendapatkan hukuman berat imbas terseret kasus pelecehan seksual saat masih menjabat sebagai kepala pelatih pada awal 2026 lalu.
Selasa, 1 September 2026 - 19:25 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Meski telah mundur dari Red Sparks, namun Ko Hee-jin masih dibayangi mendapatkan hukuman berat imbas terseret kasus pelecehan seksual saat masih menjabat sebagai kepala pelatih pada awal 2026 lalu.

Kasus ini bermula dari acara makan malam resmi Red Sparks pada Januari 2026. Saat itu seorang staf kepelatihan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain. 

Staf yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut kemudian meninggalkan klub, sedangkan kasusnya juga telah dilaporkan kepada Sports Ethics Center dan Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO).

Namun naman Ko Hee-jin ikut terseret karena berada di lokasi ketika insiden tersebut diduga berlangsung. Perannya sebagai pelatih pun sempat dipertanyakan, karena muncul dugaan bahwa dirinya tidak mengambil tindakan tegas terhadap kejadian yang terjadi di hadapannya.

Dalam proses pemeriksaan, Ko Hee-jin turut memberikan keterangan mengenai insiden tersebut. Ia mengaku tidak mengingat secara jelas apa yang terjadi ketika acara makan malam berlangsung.

"Saya tidak tahu, saya tidak ingat dengan jelas," kata Ko Hee-jin dikutip dari Sports World.

Ko Hee-jin sempat dinonaktifkan sejak Mei 2026. Namun Red Sparks kemudian mengumumkan Ko Hee-jin mundur dari jabatannya pada Jumat (28/8/2026) lalu. 

Klub menyatakan keputusan itu diambil setelah sang pelatih menyatakan kesediaannya mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini.

"Kepada para penggemar yang mencintai JungKwanJang Red Sparks, klub memutuskan untuk menerima pengunduran diri pelatih Ko Hee-jin setelah yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pelatih atas serangkaian kejadian yang terjadi belakangan ini.

Selanjutnya, klub akan segera memulai proses penunjukan pelatih pengganti agar para pemain dapat tetap fokus menjalani latihan dan mempersiapkan pertandingan. Klub juga akan melakukan segala upaya agar tim dapat kembali stabil dalam waktu secepat mungkin.

Kami sekali lagi memohon maaf karena telah membuat para penggemar merasa khawatir dan tidak nyaman selama ini. Ke depannya, kami akan berusaha menjadi klub yang semakin dipercaya melalui pengelolaan yang lebih bertanggung jawab." tulis pernyataan tersebut.

Namun, meski telah mundur dari Red Sparks, Ko Hee-jin tetap terancam mendapatkan kemungkinan proses disipliner. 

Pasalnya, terdapat aturan KOVO mengenai perlindungan hak asasi pemain, pihak yang membantu, mendukung, atau menyembunyikan tindakan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, dapat dikenai hukuman disiplin.

Hal tersebut tertuang pada peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Manusia Pemain KOVO Pasal 12 Ayat 1yang menyebutkan: 

"Tindakan disiplin dan denda akan dikenakan kepada seseorang yang membantu atau mendukung atau menyembunyikan tindakan kekerasan (termasuk kekerasan seksual) yang dilakukan oleh orang lain, sesuai dengan standar yang dikurangi setengahnya dari Pasal 10 Ayat 1."

Selain itu, aturan tersebut juga memuat ketentuan lebih berat apabila pihak yang mengetahui kejadian justru dianggap menyembunyikan tindakan kekerasan. 

"Namun jika pelaku kekerasan dikeluarkan penangguhan kualifikasi selama satu tahun akan dikenakan kepada pelaku yang menyembunyikan tindakan tersebut."

Namun hingga saat ini pihak-pihak terkait masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Sports Ethics Center sebelum menentukan langkah selanjutnya.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral