- Volleyballworld.com
Media Korea Ikut Soroti Junaida Santi, Singgung Masalah Gender dan Absen Bela Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026
Menurutnya, persoalan yang dihadapi Santi berkaitan dengan prosedur pemeriksaan gender yang menjadi perhatian dalam kompetisi internasional.
"Untuk Santi sejak dia eksis di 2022 Princess Cup U-17 dia sudah disorot gitu. Setelah itu dia pulang dia pernah ikut AVC Putri ke Manila dan semakin disorot itu puncaknya di U-20 kejuaraan dunia karena case-nya timnas Vietnam senior dan Vietnam U-20 itu," terang Loudry.
"Jadi semua yang mendapat sorotan harus jadi bukan karena keberadaan Santinya sendiri ya karena ini case internasional gitu. Nah Santi lewati itu dulu deh (gender test). Kalau itu sudah lewat silakan," terang Loudry.
PBVSI disebut telah berupaya membantu agar Santi menjalani prosedur tersebut. Federasi bahkan mencoba melakukan pendekatan melalui staf klub dan melibatkan psikolog untuk membujuk sang pemain menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Polri.
Meski demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Santi masih belum bersedia mengikuti gender test. Kondisi itu membuat PBVSI tidak dapat memasukkan namanya ke dalam skuad Timnas Voli Putri Indonesia untuk kompetisi internasional.
"Anak ini mau tidak mau asetnya kita dia sudah pernah mengharumkan nama Indonesia ya sebenarnya kita harus bela. Cuma sampai di mana kita bisa bela kalau dianya sendiri nggak mau keluar untuk berani tampil ikut tes," tukasnya.
Loudry menambahkan bahwa federasi telah melakukan pendekatan secara personal dengan melibatkan psikolog PBVSI, Ernita Pongky. Namun, keputusan akhir tetap berada pada Santi sebagai atlet yang bersangkutan.
"Kita punya psikolog waktu itu Mbak Ernita Pongky salah satu pengurus kita sudah dalam pendekatan personal bawa ke Rumah Sakit Polri mau apa nggak? Nggak berani. Oh dari yang pemainnya nggak mau. Tapi setidaknya dari federasi sudah turun tangan banget," jelasnya lagi.
(nad)