- NOC Indonesia - Mochammad Rifqi Priyadiansah
Debut Apik Kanurian Al Ghozi, Jadi Penembak Indonesia Pertama Tembus Final Asian Games 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Kanurian Al Ghozi langsung menorehkan catatan bersejarah pada debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Penembak berusia 20 tahun itu menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menembus final nomor Men’s 10m Air Rifle di ajang Asian Games.
Ghozi memastikan tiket final setelah menempati posisi keenam dalam babak kualifikasi di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Senin (21/9/2026).
Dari 46 peserta, atlet asal Yogyakarta tersebut membukukan 630,2 poin yang sekaligus menjadi skor terbaik sepanjang kariernya dalam pertandingan resmi.
“Pertandingan kali ini di luar ekspektasi saya, yang mana skor saya bisa perform di Asian Games. Sebelumnya saya belum pernah sampai 630. Lebih senangnya lagi dapat pengalaman final di Asian Games pertama,” ujar Ghozi.
Pencapaian tersebut semakin istimewa karena Ghozi merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak final dari tiga atlet yang tampil di nomor tersebut. Anang Febrian berada di posisi ke-14 dengan 627,4 poin, sedangkan Fathur Gustafian menempati peringkat ke-23 dengan 624,9 poin.
Pada babak final, Ghozi harus berhadapan dengan tujuh penembak terbaik Asia, termasuk atlet yang memiliki pengalaman tampil di Olimpiade dan World Cup. Ia akhirnya menyelesaikan perlombaan di peringkat kedelapan dengan perolehan 123,2 poin.
Meski belum membawa pulang medali, pencapaian Ghozi tetap menjadi tonggak baru bagi cabang menembak Indonesia di Asian Games.
“Pelatih ngomong ini sudah bagus, karena ini di Asian Games baru saat ini final pertama dari Indonesia pada nomor 10m Air Rifle. Tidak masalah kamu belum dapat medali,” ucap Ghozi menirukan pesan pelatihnya.
Medali emas nomor tersebut diraih Lihao Sheng dari China yang mengoleksi 254,2 poin. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu mengungguli Himanshu Dhillon dan Rudrankksh Patil dari India yang masing-masing meraih perak dan perunggu.
“Ini multievent terbesar yang pernah saya ikuti. Senang sih bisa masuk final, melawan juara Olimpiade dan juara World Cup. Bisa ketemu, bisa ngobrol, mereka saling support satu sama lain,” ujar Ghozi.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Ghozi yang baru pertama kali merasakan atmosfer Asian Games.
“Suasana Asian Games beda dengan kompetisi lain. Euforianya bagus di Asian Games, kita itu deg-degannya lebih terasa, karena menembak itu melawan peserta Olimpiade dan World Cup. Dan saya pertama kali main di Asian Games langsung masuk final,” tutupnya.