- NOC Indonesia / Mochammad Rifqi Priyadiansah
Atlet Skateboard Indonesia Ni Wayan Malana Gagal Raih Medali Asian Games 2026, Finis Keenam
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet skateboard Indonesia, Ni Wayan Malana Fairbrother gagal meraih medali di Asian Games 2026. Atlet muda berusia 14 tahun itu harus puas menempati posisi keenam nomor street putri setelah mengoleksi 136,97 poin di Aichi Sky Expo, Nagoya, Jepang, Minggu (27/9/2026).
Malana Fairbrother yang tampil sebagai peserta pertama membuka final dengan catatan 8,04 poin pada run pertama. Ia kemudian memperbaiki penampilannya pada kesempatan berikutnya melalui sejumlah trik, termasuk kickflip dan backflip, yang menghasilkan tambahan 51,55 poin.
Performa Malana kembali meningkat pada run ketiga ketika ia mampu melewati berbagai obstacle dan mengeksekusi frontside flip. Penampilan tersebut menghasilkan 61,28 poin sekaligus menjadi nilai terbaiknya pada sesi run.
Memasuki sesi trick, perjuangan Malana sempat mendapat hambatan setelah ia gagal menuntaskan percobaan pertama. Namun pada trick kedua ketika ia sukses melakukan gerakan dengan nilai 75,69 poin dan langsung merayakan hasil tersebut.
Sayangnya, kesempatan terakhir tidak mampu diselesaikan dengan sempurna oleh Malana. Total nilainya pun berhenti di angka 136,97 poin sehingga ia harus mengakhiri final Asian Games 2026 di peringkat keenam.
Sementara itu, medali emas diraih oleh wakil China Zhu Yuanling yang mengumpulkan 166,57 poin. Oda Yumeka dari Jepang meraih perak dengan 161,96 poin, sedangkan Cui Chenxi melengkapi podium setelah membukukan 156,60 poin.
Hasil tersebut tetap menjadi prestasi gemilang bagi Malana karena ia berhasil menembus final setelah melewati fase pre-eliminasi sehari sebelumnya, Sabtu (26/9/2026). Pada babak tersebut, ia mengumpulkan 101,61 poin untuk mengamankan tempat di antara para finalis.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya, Zeefara Mahika Darmawan, belum berhasil melangkah ke final. Zeefara mengakhiri fase pre-eliminasi dengan total 83,43 poin.
Sekadar informasi, format pertandingan juga memberikan tantangan berbeda pada babak final karena setiap atlet mendapat tiga kesempatan run dan tiga kesempatan trick.
Nilai terbaik dari masing-masing kategori kemudian dijumlahkan untuk menentukan skor akhir, dengan juri mempertimbangkan tingkat kesulitan, eksekusi, variasi, konsistensi, flow, hingga repetisi trik.
(ant/nad)