- Facebook SAVA
Rival Farhan Halim Ungkap Kisah Pilu di Asian Games 2026: Tak Terima Uang Saku, Pemain Sampai Berutang
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Voli Filipina, Bryan Bagunas mengungkapkan kisah pilu yang ia dan rekan-rekan setimnya alami selama tampil di Asian Games 2026. Pemain yang juga merupakan rival Farhan Halim itu mengaku bahwa mereka tak menerima uang saku dari federasi sejak Juli 2026.
Hal ini diungkapkan oleh Bryan Bagunas usai Timnas Voli Filipina menelah kekalahan telak dari Korea Selatan, dengan skor 0-3 (16-25, 25-27, 22-25) di laga perdana Pool D Asian Games 2026, pada Minggu (27/9/2026).
Bryan Bagunas mengatakan bahwa para pemain saat ini berada dalam kondisi kesulitan finansial baik jelang maupun selama Asian Games 2026. Bahkan sejumlah pemain bahkan harus meminjam uang agar bisa datang ke latihan karena uang saku yang disebut belum mereka terima sejak Juli.
Masalah uang saku sendiri sudah dirasakan sejak masa persiapan di Filipina dan berdampak langsung terhadap kehadiran pemain dalam latihan. Masalah ini terutama dirasakan oleh pemain yang masih berstatus mahasiswa dan harus memikirkan biaya transportasi menuju tempat latihan.
"Untuk masalah uang saku, beberapa pemain benar-benar harus meminjam uang dari rekan setim atau orang lain agar bisa datang ke tempat latihan dan pulang ke rumah," kata Bagunas, dikutip dari GMA News Online.
Ia menambahkan bahwa hal ini membuat latihan terkadang hanya diikuti tujuh atau delapan pemain karena sebagian tidak memiliki biaya perjalanan.
"Latihan menjadi sangat berat bagi kami. Terkadang hanya tujuh atau delapan orang yang berlatih. Sangat sulit karena mereka tidak bisa datang, beberapa tidak punya uang untuk ongkos karena kami tidak menerima uang saku sejak Juli," tambahnya.
Rival Farhan Halim baik di Timnas maupun di Liga Voli Jepang itu sendiri memahami kondisi tersebut karena sebagian besar pemain Timnas Voli Filipina masih berstatus mahasiswa.
"Saya bisa memahami mereka karena sebagian besar pemain adalah atlet sekaligus mahasiswa, jadi kami akhirnya saling membantu," tukasnya lagi.
Sayangnya masalah ini nyatanya berlanjut saat berada di Jepang untuk Asian Games 2026. Bagunas mengatakan pemain terkadang harus menggunakan uang pribadi untuk membeli makanan karena jadwal latihan tidak selalu memungkinkan mereka mengikuti waktu makan yang disediakan hotel.
"Begitu juga di sini, satu-satunya uang saku yang kami terima berasal dari PSC. Selain itu, tidak ada lagi. Terkadang kami harus membayar sendiri makan siang dan makanan kami karena tidak sempat mengikuti jadwal makan. Jadi, masing-masing harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri," terangnya.
Bagunas juga menyampaikan kekecewaan karena para pemain merasa dukungan yang diterima belum sesuai dengan perjuangan mereka membawa nama Filipina di Asian Games.
"Ini sangat menyedihkan karena kami mewakili negara, tetapi kami tidak merasakan dukungan tersebut," ujar Bagunas.
Sementara itu, Timnas Voli Filipina masih terus mengalami penurunan performa. Mereka baru saja kembali menelan kekalahan telak dari China, dengan skor 0-3 (21-25, 20-25, 22-25) di matchday kedua Pool D voli putra Asian Games 2026, Senin (28/9/2026).
Hasil ini membuat Timnas Voli Filipina menjadi juru kunci di klasemen Pool D tanpa meraih satu pun poin karena selalu kalah 0-3 di dua laga yang dilakoninya.
(nad)