- NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as
Bintang/Sofyan Bidik Turnamen AVC demi Poin Pemeringkatan Olimpiade
Jakarta, tvOnenews.com - Pasangan voli pantai putra Indonesia Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi tidak ingin berhenti setelah membawa pulang medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Keduanya langsung menatap sejumlah turnamen internasional sebagai bagian dari persiapan menuju target yang lebih besar, yakni Olimpiade. Kompetisi yang masuk dalam agenda Asian Volleyball Confederation (AVC) menjadi salah satu ajang yang akan diikuti pasangan Indonesia tersebut.
Pelatih voli pantai Indonesia Andy Ardiansyah mengatakan Bintang/Sofyan akan melanjutkan agenda pertandingan di luar negeri setelah kembali dari Jepang. Turki dan Jepang menjadi dua negara yang masuk dalam rencana kompetisi mereka.
"Masih banyak peluang. Rencana pulang ini mereka akan ke Turki. Ada AVC di Turki, kemudian ke Jepang," kata Andy di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Jepang, Sabtu.
Andy menjelaskan bahwa rangkaian turnamen tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan Bintang/Sofyan menuju Olimpiade. Setiap keikutsertaan dapat memberikan tambahan poin yang berpengaruh terhadap posisi mereka dalam pemeringkatan.
"Itu untuk pengumpulan poin, pengaruh juga untuk ranking menuju Olimpiade," ujar Andy.
Menurut Andy, peluang tampil di Olimpiade tidak hanya bergantung pada keberhasilan pasangan dalam melewati babak kualifikasi. Sistem pemeringkatan dan jumlah poin yang dikumpulkan dari berbagai pertandingan juga menjadi bagian penting dalam menentukan peluang tersebut.
"Ranking, bukan hanya kualifikasi, tetapi secara penghitungan poin masuknya," kata Andy.
Rangkaian turnamen internasional itu akan menjadi langkah lanjutan Bintang/Sofyan setelah mencatat prestasi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka sukses membawa Indonesia kembali meraih medali dari cabang voli pantai putra setelah terakhir kali mendapatkannya delapan tahun lalu.
Bintang/Sofyan sebenarnya memiliki peluang untuk menyempurnakan pencapaian tersebut dengan medali emas. Namun, pasangan Indonesia harus puas dengan perak setelah kalah dari wakil Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, pada partai final.
Pertandingan berlangsung sengit hingga tiga set. Indonesia merebut set pembuka dengan skor 21-19, tetapi Qatar kemudian membalikkan keadaan setelah memenangi dua set berikutnya dengan skor 21-16 dan 15-8.
Sofyan mengungkapkan bahwa emas merupakan sasaran utama mereka sejak awal kompetisi. Namun, kondisi fisik menjadi kendala ketika pertandingan final berlangsung.
"Target kami sebenarnya medali emas. Tetapi pada set pertama saya mengalami cedera di pergelangan kaki. Sejak saat itu kami kehilangan fokus," ujar Sofyan.
Indonesia sebenarnya mampu mengawali final dengan permainan positif. Bintang/Sofyan berhasil mengamankan set pertama 21-19 dan berada dalam posisi unggul.
Situasi kemudian berubah pada set kedua. Cedera pergelangan kaki yang dialami Bintang membuat konsentrasi pasangan Indonesia terganggu. Qatar memanfaatkan momentum tersebut untuk menyamakan kedudukan setelah menang 21-16.
Pada set ketiga, Samba/Janko mampu mempertahankan momentum. Wakil Qatar tampil lebih efektif hingga akhirnya menyudahi pertandingan dengan skor 15-8.
Bintang mengakui kondisi cedera yang dialami pasangannya turut memengaruhi permainan Indonesia, terutama dari sisi konsentrasi.
"Set pertama kami menang, tetapi pada set kedua konsentrasi kami mulai hilang karena melihat kondisi partner saya yang mengalami cedera pada pergelangan kaki," kata Bintang.
Kegagalan meraih emas tidak menghapus arti penting medali perak bagi Bintang/Sofyan. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting sekaligus bekal untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Sofyan juga menilai pengalaman bertanding di partai puncak Asian Games akan menjadi bahan evaluasi bagi mereka. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu pasangan Indonesia tampil lebih matang dalam menghadapi kompetisi selanjutnya.
Dengan agenda AVC di Turki dan Jepang yang sudah menanti, Bintang/Sofyan kini memiliki kesempatan untuk kembali mengumpulkan poin pemeringkatan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya mereka membuka jalan menuju panggung Olimpiade.