news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih baru Red Sparks, Kwon Soon-chan..
Sumber :
  • KOVO

Belum Genap Seminggu Latih Red Sparks, Kwon Soon-chan Langsung Dapat Ujian Berat

Belum genap seminggu melatih Red Sparks, Kwon Soon-chan langsung menghadapi Heungkuk Life di KOVO Cup 2026. Simak hasil debut dan evaluasinya.
Senin, 12 Oktober 2026 - 17:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pelatih baru JungKwanJang Red Sparks, Kwon Soon-chan, langsung menghadapi ujian berat dalam debutnya di KOVO Cup 2026.

Belum genap seminggu menangani tim, ia harus memimpin Red Sparks melawan Heungkuk Life Pink Spiders, klub yang pernah dilatihnya.

Pertandingan yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, pada Minggu (11/10/2026) itu menjadi sorotan karena mempertemukan Kwon dengan mantan klubnya. Namun, pelatih berusia berpengalaman tersebut mengaku tidak memiliki perasaan khusus menghadapi Heungkuk Life.

"Aku tidak merasakan apa pun sekarang," kata Kwon Soon-chan, dikutip dari Sports Chosun.

Pelatih baru Red Sparks, Kwon Soon-chan
Sumber :
  • KOVO

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kwon memilih memperlakukan pertandingan itu seperti laga lainnya.

Baginya, fokus utama saat ini adalah membawa Red Sparks berkembang dan mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Meski baru ditunjuk pada 6 Oktober 2026, Kwon langsung mendapat tantangan untuk membuktikan kemampuannya. Ia dipercaya memimpin Red Sparks setelah Ko Hee-jin meninggalkan posisi pelatih kepala.

Penunjukan Kwon juga menandai kembalinya ia ke panggung kompetisi setelah sekitar tiga tahun sembilan bulan.

Sebelumnya, ia memiliki pengalaman menangani klub profesional putra maupun putri, termasuk KB Insurance dan Heungkuk Life.

Kwon menyadari bahwa waktu yang tersedia untuk mempersiapkan tim menjelang KOVO Cup 2026 sangat terbatas. Ia belum memiliki banyak kesempatan untuk mengenal seluruh pemain dan menerapkan strategi secara menyeluruh.

Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras para pemain dan staf pelatih yang telah mempersiapkan diri sebelum turnamen dimulai.

"Saya tidak bisa banyak mempersiapkan diri karena waktu yang singkat, tetapi para pelatih dan pemain bekerja keras dan mempersiapkan diri dengan baik. Saya memiliki harapan tinggi untuk para pemain."

Kwon juga mengungkapkan rasa terima kasih karena kembali mendapatkan kepercayaan untuk menduduki posisi pelatih kepala. Ia mengaku kesempatan tersebut merupakan sesuatu yang telah lama diinginkannya.

"Saya sangat gembira, dan ini adalah posisi yang selalu ingin saya duduki kembali. Saya sangat berterima kasih kepada klub Jung Kwan Jang karena telah memilih saya."

Sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala, Kwon telah mengamati Red Sparks dan menilai tim tersebut memiliki pemain-pemain dengan kemampuan individu yang menjanjikan.

Namun, ia melihat masih ada persoalan dalam kerja sama antarpemain yang perlu diperbaiki

 Menurutnya, terlalu banyak kesalahan dapat menghambat potensi tim meskipun para pemain memiliki kualitas yang baik.

"Secara individu, mereka adalah pemain yang cukup bagus, tetapi sayangnya mereka melakukan terlalu banyak kesalahan dalam hal kerja sama tim. Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk mengintegrasikan para pemain tersebut untuk mengurangi kesalahan dan membangun tim yang memanfaatkan kekuatan mereka. Kami tidak dapat mengubah semuanya sekaligus, tetapi yang penting adalah membuat tim menjadi solid, stabil, dan kuat."

Dalam pertandingan debut Kwon, Red Sparks harus mengakui keunggulan Pink Spiders dengan skor 1-3 (25-18, 23-25, 16-25, 25-27).

Hasil tersebut cukup menarik karena Red Sparks sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Mereka mengambil inisiatif pada set pertama melalui serangan terorganisasi dan permainan yang cukup efektif.

Bahkan, Red Sparks mencatatkan tingkat keberhasilan serangan sebesar 48,4 persen pada set pembuka. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Heungkuk Life yang hanya mencapai 31,3 persen.

Keunggulan itu memperlihatkan bahwa Red Sparks mampu memberikan perlawanan meskipun persiapan bersama pelatih baru berlangsung singkat.

Sayangnya, konsistensi permainan mereka belum terjaga hingga akhir pertandingan. Pink Spiders mampu bangkit pada set kedua dan mempertahankan momentum pada dua set berikutnya.

Situasi Red Sparks juga tidak sepenuhnya ideal karena mereka harus bermain tanpa penyerang andalan Vanja Bukiric yang mengalami cedera. 

Absennya pemain tersebut menjadi tantangan tambahan bagi Kwon dalam menentukan komposisi dan strategi serangan.

Meski kalah, penampilan Red Sparks pada set pertama memberikan gambaran bahwa tim tersebut memiliki potensi untuk berkembang. 

Pekerjaan Kwon berikutnya adalah menjaga konsistensi permainan dan mengurangi kesalahan ketika menghadapi tekanan lawan.

Pertemuan dengan Heungkuk Life memiliki latar belakang tersendiri bagi Kwon. Sebelum kembali menangani tim profesional, ia pernah menduduki posisi pelatih kepala di klub tersebut, tetapi kemudian diberhentikan di tengah musim melalui proses yang sempat dipertanyakan.

Meski demikian, Kwon menegaskan bahwa status Heungkuk Life sebagai mantan klubnya tidak membuat pertandingan kali ini terasa berbeda.

"Sejujurnya, saya tidak punya perasaan. Saya tidak memiliki emosi, dan meskipun tampaknya ada masalah, sebenarnya tidak demikian. Saya selalu mendekati setiap pertandingan dengan pola pikir bahwa saya harus menang melawan setiap tim. Saya tidak memiliki perasaan khusus hanya karena lawan kita hari ini adalah Heungkuk."

Kekalahan pada pertandingan pertama memang belum menjadi hasil yang diharapkan. Namun, dengan waktu persiapan yang terbatas dan absennya Bukiric, Red Sparks masih memiliki kesempatan untuk mengevaluasi permainan mereka selama turnamen berlangsung.

Perjalanan Red Sparks di KOVO Cup 2026 pun menjadi kesempatan awal bagi Kwon untuk menunjukkan arah pembenahan yang ingin diterapkannya sebelum memasuki V-League 2026/2027.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral