- KOVO
Pesaing Megawati Hangestri Debut Klub Voli Korea di Usia 35 Tahun, Pengganti Thanacha Soooksod dapat Pujian
Jakarta, tvOnenews.com - Pesaing Megawati Hangestri di Liga Voli Korea, Mami Uchiseto debut bersama Korea Expressway Corporation Hi-Pass di ajang KOVO Cup 2026 di usianya yang telah 35 tahun.
Mami Uchiseto mencatatkan debut di ajang KOVO Cup 2026 dengan mengalahkan GS Caltex dengan skor 3-1, Senin (12/10/2026).
Mami Uchiseto menyumbangkan 10 poin dengan persentase keberhasilan serangan mencapai 58,82 persen. Tak hanya tajam dalam menyerang, Mami juga menunjukkan kemampuan bertahan yang solid.
Ia mencatat efisiensi receive 45,45 persen dan berhasil melakukan sembilan dig, sekaligus memperlihatkan kualitas teknik dasar yang menjadi salah satu kekuatannya.
Pelatih Hi-Pass, Kim Young-rae, sebelumnya memang menyoroti kemampuan bertahan Mami. Namun, performanya dalam debut justru menunjukkan bahwa pemain Jepang tersebut juga mampu memberikan kontribusi besar ketika membantu serangan.
“Awalnya saya khawatir dengan serangannya, tetapi dia melakukannya dengan baik. Sebenarnya jangkauan receive-nya dari belakang lebih luas. Saya pikir rekan-rekannya menjadi lebih stabil berkat kehadirannya,” kata Kim Young-rae dikutip dari laman Sports Seoul, Selasa (13/10/2026).
Mami sendiri tidak menyangka debutnya berjalan dengan mulus. Dia mengaku ada banyak situasi sulit dalam pertandingan tersebut.
“Ada banyak situasi sulit, tetapi para pemain yang masuk sebagai pemain pengganti banyak membantu. Saya senang karena ini adalah hasil yang kami capai bersama,” ujar Mami.
Kehadiran Mami menjadi cukup menarik karena ia bukan pemain asing yang minim pengalaman. Pemain kelahiran 1991 itu pernah memperkuat tim nasional Jepang dan juga memiliki pengalaman bermain di kompetisi Italia sebelum sempat pensiun tiga tahun lalu.
Setelah kembali aktif sebagai pemain pada tahun lalu, Mami memutuskan mencoba tantangan baru di Korea Selatan.
“Setelah kembali bermain, saya ingin mencoba lingkungan baru. Korea dekat dengan Jepang dan keluarga saya juga mudah datang. Karena itu saya ingin datang ke Korea,” tuturnya.
Mami mengaku proses adaptasinya berjalan lancar karena mendapat dukungan dari rekan setim dan staf.
“Semua pemain dan staf membantu saya. Saya bisa beradaptasi dengan baik sejak hari pertama. Saya memang menyukai Korea dan saya senang tinggal di Korea,” katanya.
Ia juga mendapat bantuan dari rekan setimnya, Moon Jung-won, yang disebut sering menemaninya menghabiskan waktu di luar lapangan. Meski berstatus pemain tertua di tim, Mami optimistis mampu menjaga kondisi fisik hingga kompetisi berakhir.
“Target saya adalah menjadi juara. Secara pribadi, saya ingin membantu tim tanpa mengalami cedera,” tegas Mami.