- NPC Indonesia
Adaptasi Berjalan dengan Mulus, Saptoyogo Purnomo Optimis Bisa Pertahankan 3 Medali Emas di Asian Para Games 2026
tvOnenews.com - Atlet para atletik Indonesia, Saptoyogo Purnomo, optimis bisa meraih tiga medali emas pada gelaran Asian Para Games 2026 ini.
Saptoyogo optimis pencapaiannya di Asian Para Games edisi sebelumnya yang sukses meraih tiga medali emas bisa terulang di tahun ini.
Saat itu ia mengamankan tiga emas nomor individu 100 meter, 200 meter dan 400 meter klasifikasi T37 pada ajang yang sama empat tahun lalu di Hangzhou, China.
- NPC Indonesia
Apalagi, para atletik sebagai cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan menjadi lumbung medali emas kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.
Hal itulah yang membuat Saptayogo kian termotivasi untuk bisa mengulang kesuksesan di Asian Para Games 2026 ini.
"Untuk target, semoga seperti edisi sebelumnya di Hangzhou yang mendapat tiga medali emas. Semoga ini mendapatkan tiga medali emas lagi karena ingin mempertahankan gelar juga," ujar Saptoyogo.
Tak hanya medali emas, Saptoyogo juga ingin mempertajam catatan waktu 11,26 detik yang dibuatnya ketika meraih medali perak nomor 100 meter T37 di Paralimpiade Paris 2024.
Catatan waktu kala itu sukses menjadi yang tercepat di Asia, mengalahkan catatan waktunya sendiri, 11,28 detik yang dibuatnya pada ajang Asian Para Games 2022. Rekor itu masih bertahan hingga sekarang dan ingin dipecahkan sendiri lagi.
"Semoga pecah rekor. Kemarin di 11,26 detik, semoga sekarang 11,10 detik lah," tuturnya.
- NPC Indonesia
Menghadapi Asian Para Games 2026 cabor atletik yang akan dipertandingkan mulai hari Senin (19/10/2026). Saptayogo mengaku kondisinya cukup fit untuk menjalani fase latihan tahap akhir.
"Sekarang tinggal melatih mental, dan juga catat waktu karena saya sangat yakin untuk mendapatkan itu juga (target emas). Ini ketiga kalinya saya mengikuti Asian Para Games," ujarnya.
Atlet kelahiran Banyumas, 17 September 1998, menyebut raihan medali emas memiliki dua arti penting. Selain mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga disabilitas Asia, raihan tersebut juga membuka jalan untuk lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Jadi ini harus mendapatkan medali emas karena ini juga sebagai poin penting untuk menuju ke LA. Kejuaraan ini juga termasuk kualifikasi juga, terus tahun 2027 ada di Uzbekistan World Championship Para Atletik," kata Yogo.
Yogo dijadwalkan akan turun di empat nomor diklasifikasi T37 putra, yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter dan universal relay. Salah satu lawan yang diwaspadainya adalah sprinter asal Arab Saudi, Ali Yousef Alnakhli, yang menjadi kompetitor utamanya di Asian Para Games 2022.
DI sisi lain, pelatih Atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengatakan jika timnya relatif tidak mendapat hambatan berarti menjelang pertandingan.
- NPC Indonesia
"Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari ketiga dan kami sudah berlatih di lapangan, walaupun jaraknya lumayan jauh (dari penginapan), tetapi kami tetap siap dan atlet tetap fokus pada pertandingan. Hambatan di sini tidak ada masalah, makanan dan cuaca, it's okay," bebernya.
Ia menjelaskan jika tim para Atletik Indonesia saat ini berkekuatan 25 atlet yang beberapa diantaranya merupakan debutan.
"Kami menargetkan 2 medali emas, dan semoga doa dari masyarakat Indonesia membuat kami bisa melampauinya. Beberapa memang ada yang debut, targetnya kami di perunggu saja atlet debutan ini," terangnya.
Saat ini tim para atletik Indonesia tengah berfokus memantapkan kesiapan tim untuk pertandingan yang kurang tiga hari lagi.
"Pertama, kami memulihkan endurance-nya dan untuk kedepan kami akan memulihkan speed. Kami sambil menguatkan mental atlet-atlet karena ini bukan Asean Para Games, ini Asian Para Games yang lawannya itu ada China yang menjuarai Paralimpiade juga. Mereka sangat kuat," ucapnya
"Jadi, wajar jika mereka grogi, gugup melihat lawan-lawan dari negara-negara Asia, tetapi kami arahkan untuk mengkonversi rasa gugup itu menjadi rasa percaya diri bahwa kalian mampu," tutupnya.
(akg)