- Istimewa dan ANTARA
Bandingkan dengan Canelo Alvarez, Conor McGregor Bidik Rekor Penjualan Fantastis dalam Comeback Terakhir di UFC
tvOnenews.com - Conor McGregor memiliki tekad besar untuk kembali ke oktagon UFC dan mencatatkan comeback yang mengesankan. Petarung asal Irlandia tersebut berambisi menutup perjalanan kariernya dengan pencapaian yang lebih gemilang, sekaligus kembali membuktikan daya tariknya sebagai salah satu petarung terbesar dalam sejarah UFC.
McGregor dijadwalkan kembali bertanding setelah lima tahun absen dengan menghadapi Max Holloway di UFC 329 pada Juli mendatang.
Namun, rencana tersebut harus terganggu setelah ia mengalami cedera lutut serius akibat tendangan pertamanya dalam pertarungan.
- Mark J. Rebilas-Imagn Images/Reuters
Petarung berusia 38 tahun itu kemudian menjalani operasi untuk memulihkan kondisinya. Meski demikian, McGregor tetap menegaskan keinginannya untuk menuntaskan satu pertarungan terakhir yang masih tersisa dalam kontraknya bersama UFC.
Di tengah proses pemulihan, Conor McGregor turut menyinggung kemenangan Canelo Alvarez atas Christian Mbilli dalam pertarungan yang berlangsung di Riyadh pada Minggu.
Ia kemudian membandingkan pencapaian komersialnya dengan sejumlah petinju ternama dan mengklaim bahwa dirinya masih unggul dalam hal penjualan tiket maupun jumlah penonton.
Conor McGregor bahkan berambisi kembali memecahkan rekor setelah pulih dari operasi cedera anterior cruciate ligament (ACL).
Dalam pernyataannya di akun X pribadinya, McGregor secara terbuka menyampaikan keyakinannya terhadap daya tarik komersial yang dimilikinya.
"Berapa banyak penonton yang menyaksikan pertandingan Canelo? Berapa banyak yang hadir di stadion? Pendapatan dari penjualan tiket?"
"Wah, aku jauh lebih unggul dari SEMUA orang ini dalam hal penjualan. Jauh lebih unggul. SETIAP ORANG. Dengan mudah. Bahkan mungkin jika digabungkan,"
"Aku bahkan tidak berusaha,"
"Saya berada di jadwal yang sama dengan semifinal Piala Dunia dan masih menyelesaikan semua angka-angka itu dalam omong kosong terakhir yang harus saya hadapi selama beberapa bulan lagi sebelum saya kembali,"
"Saya akan mencoba menjual pertarungan saya berikutnya. Pertarungan terakhir saya. Melihat angka apa yang bisa saya hasilkan. Terus melampaui rekor saya sendiri."
Pernyataan tersebut memperlihatkan ambisi McGregor untuk kembali mencatatkan angka penjualan yang luar biasa dalam pertarungan terakhirnya bersama UFC.
Sebelumnya, ia telah mengukir sejarah sebagai pemegang rekor pembelian pay-per-view (PPV) terbanyak dalam sejarah UFC. Pencapaian itu diraih ketika ia berhadapan dengan rival bebuyutannya, Khabib Nurmagomedov, dalam ajang UFC 229. Pertarungan tersebut dilaporkan menghasilkan sekitar 2,4 juta pembelian PPV.
Selain prestasinya di UFC, McGregor juga mencatatkan pencapaian komersial besar ketika menghadapi Floyd Mayweather dalam pertarungan tinju profesional. Duel tersebut berhasil menarik sekitar 4,3 juta pembelian PPV dan menempati posisi kedua dalam daftar pertarungan dengan pembelian PPV terbanyak sepanjang sejarah tinju.
Di luar pencapaian komersialnya, perjalanan McGregor di dunia MMA juga diwarnai sejumlah rivalitas yang membuatnya harus berhadapan dengan lawan yang sama lebih dari satu kali.
Salah satu yang paling menonjol adalah perseteruannya dengan Dustin Poirier, yang kemudian berkembang menjadi trilogi pertarungan. Selain itu, McGregor juga dua kali bertemu Nate Diaz, dengan masing-masing petarung mengantongi satu kemenangan sehingga rekor pertemuan mereka imbang 1-1.
- Instagram/dustinpoirier
Meski memiliki sejumlah rivalitas besar sepanjang kariernya, perseteruan McGregor dengan Khabib Nurmagomedov tetap menjadi salah satu rivalitas yang paling banyak dikenang oleh penggemar MMA.
Pertemuan keduanya di UFC 229 bukan hanya menjadi sorotan karena persaingan di dalam oktagon, tetapi juga karena tensi tinggi yang menyertai rivalitas mereka. Hingga kini, pertarungan tersebut masih menjadi salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan karier McGregor.