- tvOnenews
Soroti Perkembangan Para Perenang di IOAC 2026, PB Akuatik Indonesia Mulai Petakan Kekuatan Hadapi SEA Games 2027
tvOnenews.com - Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) mulai menyusun gambaran kekuatan atlet renang yang berpeluang memperkuat Indonesia pada SEA Games 2027 setelah memantau perkembangan renang di ajang Indonesia Open Aquatic Championships 2026 (IOAC).
Hasil IOAC 2026 dari cabor renang menjadi salah satu acuan untuk menilai perkembangan dan potensi para atlet muda yang turun bertanding.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menyebut kejuaraan tersebut memberikan gambaran kemampuan atlet dari berbagai kelompok umur.
- tvOnenews
Sejumlah nama mulai masuk radar untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Namun, Wisnu menyebut jika penetapan atlet masih menunggu pengajuan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Memang kita sudah bisa melihat kira-kira siapa yang akan nanti bisa terpilih masuk Pelatnas. Namun, kita akan tetap ajukan dulu ke Kemenpora untuk tahun 2027 menjelang SEA Games," kata Wisnu.
Ia menjelaskan, IOAC 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. PB Akuatik Indonesia juga mengumpulkan data catatan waktu terbaik atau personal best setiap atlet.
Informasi tersebut dibutuhkan untuk menyeleksi calon anggota Pelatnas senior maupun junior sekaligus memantau peningkatan prestasi.
"Harapan kami tentunya peningkatan prestasi dan juga mendapatkan database peningkatan personal best atau waktu-waktu catatan terbaik untuk bisa menyaring atlet di tim Pelatnas SEA Games dan juga tim Pelatnas junior," ujarnya.
Kategori-kategori yang mendapat perhatian dari Wisnu Wardhana adalah KU-3, KU-2, dan KU-1.
Wisnu melihat perkembangan yang ditunjukan oleh para perenang di KU-3 sebagai kemajuan kelompok pelapis.
- tvOnenews
Sementara itu, beberapa atlet dari KU-1 dan KU-2 sudah memperoleh kesempatan bergabung dengan Pelatnas.
Tak hanya itu, sejumlah pemecahan rekor kelompok umur juga menjadi sinyal positif regenerasi Tim Renang Indonesia.
Meski begitu, Wisnu menekankan jika evaluasi tidak hanya mengacu pada IOAC 2026. PB Akuatik turut mempertimbangkan hasil kompetisi internasional, termasuk SEA Age Group di Malaysia pada November mendatang.
Nantinya, diharapkan para atlet yang terpilih bisa mengharumkan nama Indonesia di gelaran multievet terbesar se-ASEAN itu.
"Pada 2027 kita berharap tim kita akan lebih kuat dibandingkan 2025 kemarin. Negara-negara tetangga juga mempersiapkan diri dengan sangat serius," pungkasnya.
(akg)